Penyumbang Devisa, Peluang Besar Pelaku Usaha Burung Walet Kalbar

KBRN, Pontianak: Salah satu produk unggulan di sektor pertanian di Indonesia yang kini menjadi Primadona, yakni Sarang Burung Walet merupakan komiditi yang memberikan kontribusi devisa yang cukup besar. Dimana Tiongkok, menjadi Negara importer terbesar Sarang Burung Walet terbesar mencapai 262 ton pada harga rata-rata Rp 25 Juta per kilogram. Diharapakan pula, nilai ekspor unggulan di sektor pertanian itu terus meningkat.

Kepala Dinas Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Kalimantan Barat Muhammad Munsif mengungkapkan, peluang itu juga dirasakan bagi pelaku usaha di Kalimantan Barat, karena merupakan bagian dari penyumbang ekspor Sarang Burung Walet Indonesia.

Apalagi dikatakan Munsif, Kalimantan Barat saat ini mencatatkan sudah ada 5 perusahaan yang melakukan pengolahan dan produksi Sarang Burung Walet (SBW), diantaranya berada di Kabupaten Ketapang, Kota Pontianak dan Kabupaten Sambas, dan di kabarkan bakal bertambah lagi di Kabupaten Sambas.

“Beberapa pengusaha SBW di Ketapang itu bisa menghasilkan produksi Sarang Burung Walet mencapai ratusan kilogram dengan nilai pendapatan mencapai Rp125 Juta per kilogram untuk kualitas unggul,”ujarnya Minggu (18/04/2021).

Muhammad Munsif menuturkan, pihaknya dari Dinas Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan bersama Kementrian Pertanian dan Karantina memiliki peran dan tupoksi dalam melakukan pembinaan bagi para pelaku usaha Sarang Burung Walet. Mengingat, Sarang Burung Walet termasuk produk berasal dari hewan, maka untuk pembinaan ada pada dinas tersebut.

“Meski Tiongkok menjadi Negara importir terbesar produk Sarang Burung Walet Indonesia, namun saat ini Negara tirai bambu itu mulai melakukan pengetatan syarat ekspor terutama dari segi kesehatan dan kebersihan higienitas,”tuntasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00