Ditutup Malam 17 Ramadhan Peserta Lomba Adzan dan Murotthal 1717, Muda : Ini Bukan Kebetulan, Tapi Karena Energi Positif

Ditutup Malam 17 Ramadhan Peserta Lomba Adzan dan Murotthal 1717, Muda : Ini Bukan Kebetulan, Tapi Karena Energi Positif

Deskripsi Gallery

KBRN, Kubu Raya: Sebanyak 1717 peserta terdaftar dalam kegiatan lomba Adzan dan Murotthal Qur'an yang digelar Pemerintah Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) secara online di tengah pandemi COVID-19 ini, yang mana penutupan pendaftaran untuk peserta ini ditetapkan pada tanggal 9 Mei kemarin yang bertepatan dengan 17 Ramadhan 1441 H.

"Alhamdulillah, Masya Allah luar biasa, ini rahasia Allah, karena saat penutupan malam 17 Ramadhan angka jumlah peserta yang kita dapat juga sebanyak 1717. Angka 17 ini juga sama dengan tanggal lahirnya Kubu Raya, 17 Juli dan proklamasi RI 17 Agustus serta dalam sehari semalam kita mendirikan Shalat sebanyak 17 rakaat. Subhanallah, angka ini benar-benar suatu hal yang tidak kita duga," ungkap Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan, SH usai membagikan masker kain kepada masyarakat di Tugu Ali Anyang Sungai Ambawang, Minggu (10/5/2020).

Selain itu, untuk jumlah peserta yang mendaftar lomba menulis surat kepada Bupati Kubu Raya dan membacakannya juga cukup tinggi, mencapai 1803 yang terdiri atas untuk lomba tingkat SD/MI Kelas Bawah : 230 orang, SD/MI  Kelas Atas : 506 orang, tingkat SMP/MTs : 1.007 orang dan tingkat SMA sederajat : 60  orang.

Muda mengaku tidak menyangka antusias peserta cukup tinggi untuk mengikuti lomba tersebut, dimana hal ini membuktikan bahwa semangat, kreativitas dan antusias anak-anak dan masyarakat Kubu Raya untuk terus berkarya masih sangat tinggi.

"Untuk tahap selanjutnya, karya dan video lomba kiriman anak-anak ini akan masuk tahap penilaan yang dinilai oleh para juri yang profesional di bidangnya, karena untuk lomba Murotal Qur'an dan Lomba Azan ini kita melibatkan para Qori dan Qoriah terbaik di Kubu Raya serta pengurus MTQ untuk menilainya," tuturnya.

Kemudian untuk lomba menulis surat kepada bupati Kubu Raya dan membacakannya juga akan dinilai oleh tim yang sudah dibentuk oleh panitia yang juga berasal dari kalangan akademis, birokrat serta para penulis yang ada di Kubu Raya. "Jadi penilaian ini benar-benar selektif dan kita serahkan kepada para ahlinya," kata Muda.

Bupati Kubu Raya pertama priode 2009-2014 itu menjelaskan, dari semua peserta yang masuk akan diseleksi secara ketat dan akan disaring untuk 20 besar untuk tiap cabang lomba. Dari 20 besar tersebut, kemudian nantinya juri akan bersatu untuk menetapkan 10 besar dan akhirnya dipilih untuk tiga besar.

"Pengumuman pemenang nantinya akan dilakukan sebelum Lebaran dan setiap video dan surat yang masuk akan kita publikasikan di media sosial dan akan kita rangkum dalam akun sosial dan official Youtube yang akan kita buat, sehingga masyarakat bisa melihat langsung kualitas dari peserta," katanya.

Bupati berjuluk Bukan Bupati Biasa edisi Majalah Tempo Desember 2012 ini menambahkan, lomba dalam jaringan yang dilaksanakan pihaknya tersebut sebagai salah satu upaya pencegahan depresi massal pada anak dengan menggelar lomba Azan, Murotthal Quran, Menulis surat ke bupati dan membacakannya bagi siswa SD, SMP dan SMA se-Kubu Raya.

"Selain tindakan medis, Pemerintah melakukan langkah-langkah penanganandari aspek psikologisnya,"  kata Muda.

Pada situasi seperti saat ini  yang mewajibkan masyarakat selalu ada di rumah bisa merasa bosan dan ujung-ujungnya depresi, jika tidak dibarengi dengan kegiatan yang mampu memberi semangat bagi masyarakat," jelasnya.

Melalui lomba-lomba ini mampu memberikan semangat di keluarga inti sehingga terhindar dari kepanikan berlebihan dan depresi massal yang berdampak semakin lemahnya imun tubuh sehingga mengakibatkan akan mudah terpapar COVID-19. Karena menurutnya jika tekanan psikis lebih domininan dan signifikan maka akan berdampak pada penurunan yang membuat melemahnya imun dalam tubuh.

"Dengan diadakannya perlombaan ini, kami ingin menghidupkan susana disetiap rumah tangga (keluarga inti) supaya masyarakat bisa membangun suasana relegius dan semangat itu dibangun melalui anak-anak yang mengikuti perlombaan ini," tuturnya.

Sehingga kita bisa mensyukuri kesehatan anak-anak dan bersyukur bisa membesarkan anak-anak dan bersabar serta ikhlas dalam menerima kondisi pandemi sekarang ini serta menghindari berpikir reaktif dan frustasi yang pada akhirnya akan menimbulkan depresi," tuturnya.

Gallery Info

  •   Dibuat oleh : Rino Kartono Mawardi
  •   Tanggal : 10 Mei 2020

Share this

Foto Lainnya

00:00:00 / 00:00:00