Pandemi Covid-19, Perparah Komplikasi ekonomi, Sosial dan Politik di Indonesia

KBRN, Pontianak : Komplikasi ekonomi dan Sosial Politik  akibat Covid-19 sangat dirasakan masyarakat dunia, terlebih di Indonesia. Fakta ini sangat dirasakan,  terutama tentang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)  dan turunnya daya tahan ekonomi yang luar biasa sebagai dampa pandemic Covid-19. Secara sosial akibat Pendemi ini ada kepanikan sosial yang luar biasa mulai dari adanya penolakan rapid test, kriminalisasi korban, perebutan mayat hingga adanya penolakan pemakaman korban Covid-1 dari yang awalnya adalah krisis kesehatan dan berdampak ke krisis ekonomi.

“Kaluar itu dari sisi informasi beredar hoax, hight spice, technews dan sebagainya  saya kira menuntut kita untuk memberikan atensi yang besar bagaimana informasi public ini seharusnya dikelola dengan baik”, harap Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP) Romanus Ndau Lendong  saat Diskusi Dalam jaringan Daring yang betemakan Urgensi Keterbukaan Informasi Publik-KIP di era Tatanan Normal Baru Menuju  Masyarakat Informatif, Kamis (2/7/2020).

Romanus Ndau Lendong  mengatakan di tengah permasalahan ini apa sumbangan  institusi yang bergerak di bidang informasi untuk mencegah hoax dan semacamnya  terhadap pentingnya dan kekuatan informasi.

“Sesuatu dapat disebut informasi publik jika sudah diputuskan dan diagendakan serta sudah dikelola di badan publik, sehingga dapat dipastikan obyektif, akurat dan diatas segalanya adalah mudah difaham”, jelasnya.

Pada kesempatan yang sma Pengamat Kebijakan Publik Universitas Tanjungpura-Untan Pontianak, Doktor Erdi Abidin yang mengharapkan urgensi keterbukaan informasi publik dalam tatanan menuju masyarakat informastif ini betul-betul direspon. Karenanya  informasi publik yang  dikelolam diproduksi, dikirim dan diterima sesuai dengan undang-undang no 14 tahun 2008 mesti sampai ke public.

“Persoalannya adalah beberapa lembaga public kita belum mampu menyediakan informasi yang cukup untuk diketahui oleh masyarakat, akhirnya masyarakat itu mencari, termasuklah menggunakan media social segala macam itu yang reabililinya kurang begitu mantap”, ungkap Erdi.

Erdi mengatakan ketika informasi harus sampai kepada masyarakat tentu harus memilih kanal yang tepat, karena kanal merupakan sasaran yang menjangkau informasi sehingga informasi itu setidaknya ada 10 yang dapat digunakan.

“Komisi Informasi dan OPD yang ada hendaknya menggunakannya,  diantaranya  dari Web site, Radio dan yang paling cepat adalah sms Gatway”, tambahnya. (Hermanta).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00