Posko Pelarangan Mudik, Jaga Ketat Terminal ALBN Sungai Ambawang

KBRN, Kubu Raya : Sejak diberlakukan pelarangan mudik mulai 6 hingga 17 Mei 2021,  Terminal Antar Lintas Batas Negara (ALBN) Sungai Ambawang, tidak lagi ada aktivitas transportasi penumpang, kecuali bua angkutan barang.

“Arus penumpang di Terminal Antar Lintas Batas Negara (ALBN) Sungai Ambawang pada masa pengetatan arus mudik yang berlaku sejak tanggal 22 April 2021 yang lalu saja cenderung turun”, ungkap Korsatpel Terminal Antar Lintas Batas Negara (ALBN) Sungai Ambawang, Kristianto kepada RRI, Jumat (7/5/2021).

Apalagi pada masa pelarangan mudik lebaran yang resmi berlaku mulai 6 hingga 17 Mei 2021 sekarang bukan hanya menurun tetapi memang tidak ada penumpang angkutan ALBN Sungai Ambawang.

 “Yang meman distop memang bukan lagi penurunan memang tidak ada, jadi mulai tanggal 6 kemarin sampai tanggal 17 nanti  untuk penumpang memang sudah tidak ada dan yang ada paling bus pengangkut barang, itupun kita periksa apakah barang benar atau ada orang di dalam boxnya”, jelasnya.

Tim Satpel bergabung Dinas Perhubungan provinsi dan Stakeholder lain  mendukung penyekatan ruas-ruas jalan dan mendirikan Posko di depan terminal ALBN untuk mendukung Pos penyekatan di tugu Alianyang.

Kristianto menghimbau kepada masyarakat bahwa untuk bersilaturahmi di masa  pandmei Covid-19 tidak perlu fisiknya datang , karena melalui media sosialpun kita sebenarnya  sudah mudik.

“Saya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sema mensosialisasikan program pemerintah pelarangan mudik agar semuanya sehat dan masalah Pandemi Corona segera berakhir”, ajak Kristianto.

Sebelumnya saat diberlakukan masa pengetatat arus mudik sejak tanggal 22 April 2021, dimana  setiap warga yang melakukan perjalan harus dilengkapi Keterangan hasil Negatif  Rapid Test Antigen/RT-PCR yang berlaku untuk 3 x 24  jam. Aturan ini berlaku hingga 5 Mei 2021. Dia menyebutkan, para penumpang sejak tanggal 26 April 2021 harus membawa surat keterangan hasil Negatif  Rapid Test Antigen/RT-PC. (Hermanta).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00