Volume Sampah Pontianak Selama Ramadhan Meningkat 20%

KBRN, Pontianak : Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak memprediksikan selama  Ramadhan 1442 Hijriyah volume sampah di Kota Pontianak naik hingga 20% dari hari-hari biasa.

“Kita lihat sampah yang dihasilkan oleh penduduk kota Pontianak berkisar 340-400 ton per hari, dan di bulan Ramadhan terjadi peningkatan sekitar 20%, bahkan pernah hampir mencapai 450 ton per hari”, jelas Menurut Kabid Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak,  Imansyah di Pontianak, Kamis (6/5/2021).

 Imansyah kenaikan volume sampah ini, terutama akibat meningkatnya konsumsi masyarakat, misalnya banyak diantaranya sampah kelapa mudah yang volumennya cukup besar.

”Otomatis kita berusaha menambah jam kerja , kita lemburkan pegawai-pegai harian kita untuk mengatai ini, jadi biasanya dum truk didaerah tertentu itumungkin kendala kita tiga rit kita tingkatkan menjadi 5 rit”, paparnya.

Imansyah mengatakan produksi sampah di kota Pontianak hampir 80% sampah organic, meski masih bercampur. Meskipun di beberapa tempat penampungan sementara terlihat banyak sampah yang tidak tertampung, namun Imansyah menyatakan paling lambat jam 09.00 Wib sudah bersih.

“Di beberapa tempat kita sudah  punya 14 bank sampah yang dikelola masyarakat hasil binaan DLH, diantaranya yang sudah cukup maju, yaitu bank sampah Rosela dan  bank sampah Palm Asri yang sekaligus membina warga”, ujar dia.

 Senada hal itu diungkapkan Anggota Komisi IV DPRD Kota Pontianak Mujiono yang menyatakan kalangan dewan kini sedang melakukan proses pembahasan Raperda. Mujiono mengatakan, untuk pengelolaan sampah ini ada dua hal yang harus dilakukan, yaitu berkaitan dengan pengurangan sampah dan penanganan sampah.

“Konteknya jelang atau musim lebaran seperti ini dampak sosialnya juga cukup tinggi, oleh karena itu kita berharap dengan adanya Perda ini  penanganan sampah di Kota Pontianak lebih baik, lebih terstruktur dan lebih terkoordinasi”, ungkapnya.

Mujiono memahami keterbatasan tenaga, yakni jika tenaga dan sampah sedikit tentu tidak menjadi masalah dan aman. Persoalannya sampahnya banyak, tenaganya sedikit tentu tidak sebanding dan hal ini harus ada pengurangan sampah yang diantaranya dapat dilakukan dengan pengelolaan mandiri yang dilakukan oleh masyarakat. Keterlibatan masyarakat ini terutama untuk memisahkan sampah yang masih dapat dimanfaatkan dan yang tidak. Mujiono mengakui, untuk pemisahan ini memang harus ada edukasi atau kesadaran masyarakat untuk melakukan itu.

“Sudah semestinya  Pemerintah Kota Pontianak tidak boleh sendiri dalam menangani persampahan ini, sehingga harus ada kerjasama antara Pemkot, masyarakat dan pihak-pihak lain yang berkaitan dengan pengelolaan sampah”, pungkasnya. (Hermanta).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00