Pasca Lebaran, Posko THR Disnakertran Kalbar Tetap Terima Aduan

KBRN, Pontianak: Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Propinsi Kalimantan Barat Manto Saidi mengungkapkan, hingga saat ini Pos Komando (Posko) aduan mengenai permasalahan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan 2021 oleh pekerja atau buruh di Kalimantan Barat belum diterima pihaknya.

“Sejak beroperasional, sepuluh hari lalu hingga kini belum ada aduan yang masuk ke  kami. Kendati akan berakhir pada lebaran nanti, kami masih tetap menerima aduan, jika masih ada para pekerja atau buruh yang mengadukan permasalahan THR,” ungkapnya Kamis (06/05/2021).

Kendati demikian, dikatakan Manto, posko yang beroperasi sejak 10 hari lalu tersebut masih akan melayani pekerja atau buruh yang ingin mengadukan permasalahannya hingga pasca lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah nanti. Apalagi, keberadaan posko tersebut pasti akan sangat membantu masyarakat mengadukan jika ada perusahaan yang tidak memenuhi hak mereka.

Manto Saidi menambahkan, untuk Posko THR selain di tempatkan pada Kantor Disnakertrans Kalbar, juga di tempatkan di kantor UPT Pengawasan Tenaga Kerja (Wasnaker) Wilayah 1 maupun Posko UPT Wasnaker Wilayah 2. Pihaknya akan terus melakukan komunikasi kepada pihak Serikat Buruh atau pekerja terkait ketentuan pembayaran THR.

“Selain itu, kami juga melaksanakan  Inspeksi  Mendadak (Sidak) ke beberapa perusahaan untuk memantau apakah ada keterlambatan pembayaran THR atau tidak,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Disnakertrans Propinsi Kalimantan Barat Sunarta mengatakan, saat ini sudah ada 3 aduan yang masuk ke Posko Disnakretrans Kalbar. Dimana sebagian besar merupakan dari karyawan salah satu pusat perbelanjaan di Kota Singkawang. Aduan yang disampaikan, yakni THR yang tidak dibayarkan perusahaan.

“Padahal mereka sama-sama berstatus karyawan mall, hanya saja ada yang sudah dirumahkan sejak satu tahun lalu bahkan ada yang baru 11 bulan di cutikan tanpa di gaji. Makanya, untuk penyelesaian aduan, saat ini ketiga karyawan itu sudah kami serahkan ke Bidang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Disnakertran Kalbar untuk di mediasi,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00