BMKG Supadio : Hingga 21 September 2021 Cuaca di Kalbar Fluktuatif

KBRN, Pontianak : Badan Mateorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Supadio Pontianak memprakirakan sejak 19 hingga 21 September 2021 cuaca membaik kembali, namun cuaca di Kalimantan Barat masih tetap berfluktuatif dan selalu berubah-ubah.  BMKG mencatat di tahun 2021 ini khususnya di Kota Pontianak yang hujan di atas 100 mili meter saja termasuk hujan yang sangat lebat.

“Untuk tahun 2021 ini sudah terjadi sebanyak 5 kali Padahal biasanya rata-rata setiap tahun itu terjadi hujan diatas 100 mili itu hanya sekitar 2 sampai 3 tahun ini baru sampai tanggal 15 September sudah 5 kali dan padahal kan kita ketahui bersama biasanya bulan itu biasanya lebih dari 100 mili itu paling sering terjadinya itu di bulan 10 dan 11, jadi masih ada penambahan lagi,”jelas Kasi  Koordinator Data dan Informasi BMKG Supadio Ponyianak, Sutikno, Senin (20/9/2021).

Sutikno mengatakan, terkait cuaca yang fluktuatif ini biasa para peneliti mengkaitkan dengan perubahan iklim yang dampaknya akan sering terjadi hujan lebat. Sutikno mencontohkan di tanggal 13 September 2021 lalu  curah hujan di Kota Pontianak mencapai 116 mili meter . Meskipun angka tersebut bukan nilai yang tertinggi, namun merupakan nilai curah hujan harian tertinggi di bulan September 2021, karena biasa di bulan September  belum pernah terjadi curah hujan di atas 100 mili meter.

“Kondisi ini sebenarnya bukan La Nina atau El Nino, tetapi dampak yang dirasakan banyak terjadi hujan, bahkan beberapa kali terjadi hujan yang sangat lebat melebihi yang terjadi di tahun 2020,”ujarnya.

Kondisi ini didukung oleh kondisi atmosfer diantaranya suhu permukaan laut, dimana di  wilayah Indonesia ini memang terpantau cukup hangat, anomalinya positif yang mengindikasikan potensi terjadi penguapan dari laut yang sangat banyak. Artinya supply uapa air sebagai bahan untuk pembentukan awan itu snagat banyak, ditambah kondisi lapisan atas atmorfir kelembaban udara sangat tinggi  sehingga ketika ada uap air yang naik keatas akan mudah terbentuk menjadi awan dan hujan. (*).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00