FOKUS: #WASPADA KARHUTLA

Koramil 06 Sungai Ambawang Terus Berjibaku Padamkan Karhutla di Dua Desa Seluas 16 Hektar

KBRN, Pontianak : Sejak empat hari ini personil Koramil 06/ Sungai Ambawang bersama  anggota Polsek, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalbar dan Masyarakat Peduli Api (MPA) terus berjibaku padamkan Kebakaran Hutan dan lahan (Karhutla) di dua titik, yaitu di desa Kubu Padi dan Desa Kuala Mandor B Sungai Ambawang  Kabupaten Kubu Raya.

Karhutla yang sering terjadi disaat musim  setiap kemarau ini kembali terjadi  karena sudah empat pekan ini Kalimanta Barat tidak diguyur hujan, sehingga terjadi kekeringan di beberapa wilayah, terutama di lahan-lahan dan kawasan hutan yang menjadi rentan terjadinya kebakaran.

“Akibat banyaknya kendala di lapangan, upaya pemadaman yang dilakukan bersama pihak terkait selama empat hari berturut-turut belum berhasil memadamkan api di dua lokasi Karhutla di wilayah kerjanya”, ungkap Komandan Koramil 06/ Sungai Ambawang, Kapten (Kav) Edi Darmadi di sela-sela Pemadaman Kahutla di Kuala Mandor B Kuu Raya, Minggu (28/2/2021).

Edi Darmadi mengakui ketersediaan sumber air yang sangat minim dan angin yang bertiup kencang antara jam 09.00 hingga pukul 15.00 Wib justru menambah luasnya lahan yang terbakar.

 “Kalau kita lihat di Kuala mandor B ini saja lahan yang sudah terbakar kurang lebih 10 hektar sudah terbakar, kemudian kalu di daerah Kubu Padi kita melihat kurang lebih seluas 6 hektar yang sudah terbakar, nanum demikian kita tetap berupaya untuk melaksanakan pemadaman sejauh terjangkaunya selang yang kita punya, jelas Edi darmadi.

Danramil 06 Sungai Ambawang ini mengatakan peralatan yang digunakan Satu Unit mesin Sibula dua cabang yang disiapkan BPBD Provinsi Kalbar dan dari perusahaan PBK telah menyiapkan enam buah mesin Robin telah dibagi menjadi sua, yaitu tiga buah digunakan di Desa Kuala Mandor B dan tiga  buah digunakan di Desa Kubu Padi. Hingga Minggu (28/2/2021) jajaran Koramil 06 Sungai Ambawang bersama Tim penanggulangan Karhutla terus berupaya untuk memadamkan api semaksimal mungkin, mencari sumber-sumber air yang sangat sulit akibat sudah empat minggu tidak turun hujan. Oleh karena itu Danramil selalu menghimbau kepada sleuruh masyarakat agar tidak mengolah atau membuka lahan dengan cara membakar, akibatnya terlihat asap terjadi dimana-mana, bahkan saat malam dan pagi hari asap sangat tebal yang sangat berbahaya bagi kesehatan.

“Jangan menambah dengan hal-hal yang sekarang sedang terjadi di negara kita  yang masih dilanda pendemi Covid-19, dimana virus ini menyerang saluran  pernafasan kita, sehingga jika ditambah lagi dengan kebakaran hutan dan lahan akan semakin memperparah pernafasan saudara-saudara kita yang sekarang sedang teriveksi Virus Corona yang secara otomatis karena kualitas udara semakin buruk dan semakin tidak baik”, ujarnya.

Edi darmadi mengimbau kepada seluruh masyarakat , khususnya masyarakat yang berada di wilayah territorial kami, yaitu Kecamatan Sungai Ambawang dan kecamatan Kuala Mandor B untuk bersama-sama menjaga alam ini.

“Insya Allah Alam akan menjaga kita, jangan kita membakar sembarangan disaat-saat musim kemarau ini yang mengakibatkan banyak terjadinya kabut asap dan tidak lupa kepada seluruh masyarakat dan teman-teman instansi terkait  yang telah membantu dalam pelaksanaan pemadaman kebakaran Hutan dan Lahan”, tukasnya. (Hermanta)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00