Danramil Sungai Raya, Ajak Masyarakat Waspada Karhutla

KBRN, Kubu Raya : Masyarakat Kalimanta Barat, khususnya di kota Pontianak dan Kubu Raya patut mewaspadai cuaca yang cukup panas belakangan ini, karena sesuai informasi dari Badan meteorologi, klimatologi dan geofisika (BMKG) Pontianak beberapa hari kedepan, bahkan mulai Juli hingga September terjadi kemarau.

“Sudah semestinya kita semua perlu mewaspadai kondisi cuaca seperti ini karena terkait erat dengan bencana tahunan yang terjadi di wilayah Kalimantan Barat”, tegas Komandan Koramil 1207-05/ Sungai Raya kepada RRI Kamis (9/07/2020).

Edi sendiri mengaku tidak menginginkan hal serupa terjadi seperti di tahun  2015 lalu, dimana akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) cukup parah, terutama di kota Pontianak dan Kubu Raya yang  diselimuti kabur asap luar biasa, sehingga hampir seluruh lini kehidupan mayarakat terganggu.

“Masyarakat terganggu kabut asap ini terjadi bukan karena serta martabat terjadi begitu saja ya kita tahu bahwa kamu dasar ini yang terjadi diakibatkan oleh ulah manusia itu sendiri yang membakar hutan dan lahan tanpa mengindahkan hal-hal yang sudah sampaikan pada saat membakar tidak memperhatikan keamanan keamanan yang telah ditentukan dalam undang-undang tentang

Danramil Sungai Raya ini menjelaskan,  di dalam undang-undang tentang Lingkungan hidup dimana pembakaran hutan dan lahan harus terkendali sehngga tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang tidak dapat dikendalikan. Akibatnya terjadi banyak asap yang menyelimuti hampir di seluruh Kalimantan Barat.

Edi menegaskan, jika itu sudah terjadi secara otomatis sekolah diliburkan, sendi-sendi ekonomi berjalan seperti merangkak dan penerbangan terhenti. Apalagi ancaman Covid-19 masih sangat luar biasa, bahkan jika dilihat angka trend nya naik, dan angka yang positif terpapar virus Corona dalam setiap harinya mencapai diatas seribu orang.  

“Kita tahu sama-sama kemarin hampir sendi ekonomi di negara kita lumpuh, termasuk di wilayah Kalimantan  Barat, khususnya kota pontianak dan Kubu Raya. Sehingga kami berharap jangan sampai  ini ditambah oleh buruknya  terjadi kebakaran hutan dan lahan yang  menyebabkan asap menyelimuti kota Pontianak dan kabupaten Kubu Raya”, tuturnya.

Jika ini terjadi sama-sama sangat menyayangkan  disaat negara Indonesia seperti ini  ditambah musibah kebakaran hutan dan lahan lagi, maka yakin dan percaya ekonomi dan lain sebagainya akan semakin terpuruk.

“Oleh karena itu kami menghimbau kepada seluruh masyarakat aga sama-sama menjaga  alam ini, karena jika kita jaga maka alam akan menjaga kita”, ajaknya.

 Edi mengharapan di Kalimantan Barat ini betul-betul terjadi langit biru, tidak ada asap, tidak melihat ada kegiatan-kegiatan yang terhenti  sehingga perpuran ekonomi , sendi-sendi kehidupan akan berjalan sebagaimana mestinya. ( Hermanta).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00