Kapolres AKBP Bayu : Bengkayang Salah Satu Kabupaten Rawan Karhutla

KBRN, Pontianak : Kabupaten Bengkayang termasuk salah satu Kabupaten yang rawan Karhutla dimana faktor pemicu adalah pembukaan lahan perkebunan dengan cara dibakar dan tidak terkendali.

Hal itu ditegaskan  Kapolres Bengkayang, AKBP Bayu Suseno, saat memimpin Apel Kesiapan Personel dan Kendaraan dalam rangka Operasi Bina Karuna Kapuas-2022 Tahap II, di Bengkayan, Jumat (19/8/2022) pagi WIB.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, jajaran Forkopimda dan PJU Polres Bengkayang serta Kapolsek jajaran Polres Bengkayang.

Kapolres Bayu menyampaikan, di tahun 2022 selama Januari-Agustus telah terjadi 501 titik Hotspot disejumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Bengkayang.

Namun kata Bayu, pihaknya belum melakukan upaya penegakkan hukum dan masih mengupayakan pendekatan Preemtif dan Preventif.Data penanganan Kasus kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Bengkayang 4 tahun terakhir sebanyak 23 kasus dengan rincian tahun 2018 sebanyak 5 kasus, tahun 2019 sebanyak 6 kasus, tahun 2020 sebanyak 1 kasus dan tahun 2021 sebanyak 11 kasus.

“Dari data tersebut, di Kabupaten Bengkayang mengalami kenaikan hampir disetiap tahunnya dan paling sedikit tahun 2020 dan itu merupakan upaya kita bersama yang bersinergi untuk mencegah hal tersebut terjadi," jelas Kapolres.

AKBP Bayu juga meminta kesadaran dari semua pihakn pengguna lahan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena telah diatur dalam UU Perkebunan No, 39 tahun 20014 pasal 56.

“Masyarakat dalam membuka ladang berpindah dengan cara membakar harus dicarikan solusi bagaimana mereka tetap bercocok tanam dengan tidak membakar lahan. Berikan solusi yang berkaitan dengan sistem tenam dan permodalan yang tepat dan efisien," pinta Kapolres.

Kapolres juga mengharapkan para tokoh masyarakat, agama, adat dan pemuda serta instansi terkait mampu memberikan kontribusi positif dalam mencegah dan menemukan solusi karhutla di Bengkayang.

“Para tokoh masyarakat, agama, adat dan pemuda serta instansi terkait mampu memberikan kontribusi positif dalam mencegah dan menemukan solusi karhutla di Bengkayang yang dapat menampung kepentingan dan kebutuhan semua pihak termasuk kebutuhan para petani ladang yang membuka lahan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar