Pengorbanan Tinggalkan Suami yang Berbuah Manis

KBRN, Jayapura: Mata Fitria masih basah. Air mata haru masih terus menetes usai pengalungan medali angkat berat kelas +84 kg putri yang berlangsung di Auditorium Universitas Cendrawasih Jayapura, Kamis (14/10/2021). 

Atlet Jawa Barat, Fitria Martiningsih, meraih medali emas setelah berhasil membukukan total angkatan 677,5 kg (295kg squat, 165 kg bench press dan 217,5kg deadlift).

"Senang banget. Tidak sia-sia pemusatan latihan yang sudah saya lakukan terbayar dengan medali emas," ujar Fitri sembari memegang erat medali emas di tangan kanannya.

Diakui Fitri, jalannya menuju medali emas PON tidak mudah. Kondisi pandemi menyebabkan beberapa orang tim nya terkena Covid 19 dan dengan kondisi itu selama 10 bulan masa pemusatan latihan terpusat, perempuan asal Kuningan ini harus merelakan waktunya bersama sang suami.

"Selama itu saya belum pernah pulang ke rumah. Karena pandemi jadi agak takut kalau nanti tanpa sengaja menularkan ke suami," imbuhnya.

Perempuan kelahiran 11 Maret 1993 ini mengaku sudah sangat merindukan saat untuk kembali berkumpul bersama keluarga. Terkait bonus yang akan diterimanya, Fitria punya rencana sendiri yang akan ia susun bersama sang suami.

"Niatnya untuk persiapan hari tua nanti. Bentuknya apa itu masih kami pikirkan," tandasnya.

Total angkatan yang dibukukan Fitria jauh melampaui pesaingnya. Lailatul Musyafaah atlet asal Jawa Tengah yang meraih medali perak hanya mampu membukukan total angkatan 602,5kg (260kg squat, 145kg bench press dan 197,5kg deadlift).

Sementara atlet Riau, Rini Maisuri, hafus puas membawa pulang medali perunggu dengan total angkatan 580kg (260kg squat, 140kg bench press dan 180kg deadlift).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00