Pemerintah Kaji Serius Kehadiran Penonton PON Papua

Atlet sepatu roda putra DKI Jakarta memacu kecepatan saat uji coba lintasan di Venue Sepatu Roda Buper Waena, Kota Jayapura, Papua, Sabtu (18/9/2021). Tim sepatu roda DKI Jakarta menargetkan 12 medali emas pada PON Papua. ANTARA FOTO/Gusti Tanati

KBRN, Jakarta: Pemerintah masih mengkaji wacana untuk menghadirkan penonton selama penyelenggaranaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua.

Hal ini diutarakan Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali dalam keterangannya kepada media hari ini.

Menpora RI, Zainudin Amali

“Memang sekarang ini sedang kita lakukan pengkajian, karena persyaratannya itu divaksin,” ujar Menpora kepada awak media secara virtual di Jakarta, seperti dikutip RRI.co.id, Sabtu (18/9/2021).

Menpora menyebut, menghadirkan penonton selama pelaksanaan PON membutuhkan pengkajian mendalam karena berbagai aspek yang harus dipertimbangkan.

Selain protokol kesehatan yang ketat, syarat utama yang diamanatkan Presiden adalah kewajiban vaksinasi.

Itu sebabnya, masyarakat yang tinggal di sekitar empat klaster pelaksana PON wajib mendapatkan vaksinasi.

“Arahan Bapak Presiden beberapa waktu yang lalu, beliau minta untuk segera digencarkan vaksin khususnya untuk yang ada di dekat – dekat klaster. Baik itu klaster Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, kabupaten Merauke dan Kabupaten Mimika. Itu juga yang akan menentukan,” jelas Amali.

Menpora memberi isyarat bahwa keputusan mengenai perijinan bagi penonton pada berbagai gelaran pertandingan di PON Papua akan diketahui usai rapat kabinet pekan mendatang.

“Mungkin minggu depan pada saat rapat kabinet itu akan lebih dipastikan. Jadi jika iya nanti dihitung berapa persennya itu akan ditentukan dan tentu persyaratannya sangat ketat,” tambah Amali.

Dijadwalkan, PON kedua puluh di Papua akan berlangsung pada 2 hingga 15 Oktober 2021.

Akan ada 37 cabang olahraga yang dipertandingkan, termasuk 56 disiplin cabang olahraga dengan 679 nomor pertandingan dan diikuti 6.484 atlit yang akan mewakili 34 provinsi di seluruh Indonesia. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00