Tilang Elektronik Mulai Diuji Coba di Madiun

KBRN, Madiun: Program tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (E-TLE) di Kota Madiun segera diterapkan.

Hal itu ditandai dengan dilaunchingnya E-TLE oleh Walikota Madiun bersama forkopimda disaksikan Dirlantas Polda Jatim di halaman Balaikota Madiun, Selasa (14/7/2020).

“Setelah dilaunching ini berarti sudah masuk masa uji coba selama satu bulan. Kemungkinan nanti tanggal 22 Agustus baru kita terapkan penindakan secara elektronik. Harapannya dengan E-TLE ini terwujud budaya tertib berlalu lintas," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Madiun, Ansar Rosidi ditemui di lokasi acara.

Ansar menjelaskan, sistem tilang elektronik dengan memanfaatkan kamera cerdas atau CCTV itu akan mencatat dan menindak setiap pelanggaran yang dilakukan pengendara.

Dijelaskan, ada sejumlah item pelanggaran yang dipantau petugas diantaranya melanggar marka jalan, melanggar atau menerobos rambu-rambu lalu lintas, melebihi batas kecepatan, tidak memakai sabuk pengaman, dan tidak memakai helm.

Ansar menyebut, kamera cerdas itu dapat mengcapture atau menangkap setiap ada pelanggaran. Hasil rekaman itu nantinya digunakan sebagai barang bukti dalam perkara pelanggaran lalu lintas.

“Harapannya dengan E-TLE ini terwujud budaya tertib berlalu lintas. Kalau terjadi pelanggaran kemudian hanya diingatkan itu nanti terjadi pelanggaran lagi. Makanya kita terapkan sistem kamera cerdas ini yang bisa memonitor setiap ada pelanggaran,” kata Ansar.

Sementara itu, Walikota Madiun Maidi mengakui, jumlah pelanggar lalu lintas di Kota Madiun masih cukup tinggi.

Bahkan, lanjutnya, pada Sabtu (11/7/2020), malam, tercatat ada 1.600 pelanggaran. Sedangkan pada Selasa siang (14/7/2020) tercatat ada 262 pelanggar, didominasi kendaraan roda dua.

“Harapan saya bahwa semua kendaraan yang masuk kota harus tertib, tidak ada pelanggaran. Jadi jangan sampai masuk Kota Madiun justru melanggar, ini yang tidak boleh,” ucapnya.

Sementara itu Dirlantas Polda Jawa Timur, Kombes Pol. Budi Indra Dermawan mengapresiasi respon cepat pemkot dan Polres Madiun Kota terhadap penerapan program E-TLE.

Menurutnya, elektronik tilang memberikan gambaran bagi masyarakat bahwa penegakan hukum secara IT bertujuan agar tidak ada lagi pertemuan antara polisi dengan pelanggar karena dilapangan sering terjadi perdebatan.

Apalagi saat ini juga masih dalam situasi pandemi covid-19. Disisi lain, sambungnya, juga memberikan pelayanan kepada masyarakat secara transparan, mudah diakses dan humanis. Ia berharap, penerapan E-TLE itu membuat masyarakat lebih tertib berlalu lintas tanpa harus diawasi oleh petugas.

“Dampaknya terjadi penurunan laka lantas maupun pelanggaran lalu lintas. Jadi masyarakat merasa diawasi secara IT dan kalau kita sudah merasakan, nanti akan tahu dampaknya,” terangnya.

Seperti diketahui, ada empat titik  simpang atau perempatan serta ruas jalan yang dipasang kamera cerdas. Sistem E-TLE tersebut dapat menindak siapapun tanpa memandang pangkat maupun jabatan.

Untuk sementara ini, baru masyarakat yang berplat AE Kota Madiun yang dikenai denda tilang elektronik. Tidak menutup kemungkinan nantinya berkembang sistemnya bekerjasama dengan seluruh Polres dan Polda Jatim.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00