Belasan Anak Jadi Korban Pencabulan Rumah Ibadah

Ilustrasi pencabulan kepada anak (Foto: Ilustrasi)

KBRN, Jakarta: Kasatreskrim Polres Metro Depok, Kompol Wadi Sabani mengatakan diduga ada 13 orang anak yang menjadi korban pelecehan seksual di rumah ibadah di Depok, Jawa Barat.

"Kalau dari pihak tersangka semacam ada pengakuan telah melakukan kepada 13 anak, akan tetapi kita kalau proses penyidikan tidak hanya dari pengakuan tersangka, tentu butuh keterangan lain untuk alat bukti dan saksi-saksi," ungkpanya kepada RRI pada Kamis (9/7/2020).

Ia menyatakan bahwa korban lainnya saat ini masih dilakukan pendataan dan belum dapat disimpulkan ke 13 anak tersebut memang terbukti korban atau bukan.

"Korban lainnya masih kita lakukan pendataan, belum bisa disimpulkan. Laporan pertama sekitar 24 mei 2020, pelaku sudah kami tahan, berkas sudah kami ajukan ke kejaksaan untuk dari korban 2 orang ini, tidak menutup kemungkinan jika ada korban lainnya kami terbuka lebar," katanya.

Akibat perbuatannya, pelaku berumur 42 tahun tersebut saat ini sudah ditahan dan terkena pasal Pasal 76E UU 35/2014 tentang perlindungan anak, ancaman hukumannya 5 sampai 15 tahun.

Pelaku sendiri saat melakukan pelecehan seksual mengiming-imingi jajan dan membantu membereskan ruangan. Korban kelompok anak-anak sendiri adalah pelaksana prosesi ibadah sementara pelaku adalah pembina para anak-anak tersebut.

"Intinya melakukan pencabulan, yang merusak etika kesopanan yang mengarah kepada seksualitas, contoh meraba alat kelamin dan tindakan kepada seksualitas. Korban adalah kelompok anak-anak yang memang pelaksana prosesi ibadah yang dilakukan, pelaku ini adalah pembina mereka. Mereka satu tim kerja," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00