Kasus Kekerasan Seksual, Polisi Periksa Delapan Saksi

Kabid Humas Polda Lampung zahwani pandra arsyad.jpg

KBRN, Jakarta: Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Lampung Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Zahwani Pandra Arsyad mengatakan Penyidik telah memeriksa delapan orang saksi kasus kekerasan seksual yang dilakukan anggota Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) terhadap anak berinisial NF berusia 14 tahun di Lampung Timur.

"Dari semalam hingga pagi tadi sudah ada delapan orang yang diperiksa,"ujar Kabid humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad pada RRI.co.id, Rabu (08/07/20).

Pemeriksaan delapan orang saksi dan hasil visum korban polisi meningkatkan status pelaku menjadi tersangka

"Sudah patut diduga terlapor adalah pelaku dan ditetapkan sebagai tersangka," jelas Pandra.

Untuk sementara jumlah pelaku baru satu orang berdasarkan laporan korban dan keluarga. "Jumlah pelaku satu, yang dilaporkan cuman DA," ujar Pandra.

Namun demikian tidak menutup kemungkinan akan bertambah, menggingat kondisi korban yang masih mengalami trauma sehingga sulit memperoleh keterangan.

Seorang anak berusia 14 tahun berinisial NP terus mendapatkan pendampingan dari tim psikologi Polda Lampung. Kejadian pemerkosaan itu terjadi saat NP dititipkan di rumah aman Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Lampung Timur.

Korban dititipkan di rumah aman untuk pemulihan trauma atas tindakan pemerkosaan yang dilakukan oleh sang paman. Namun, pelaku berinisial DAS yang merupakan petugas P2TP2A justru melakukan asusila pada korban.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00