Penganiaya Ojol Hampir Diamuk Massa, Sekarang Tersangka

Tersangka Penganiayaan Driver Ojol di Pekanbaru Saat Diperiksa Polisi di Mapolresta Pekanbaru.

KBRN, Pekanbaru: Kepolisian Resor Kota Pekanbaru menetapkan AP (24) sebagai tersangka penganiayaan terhadap salah seorang pengemudi ojek online di Pekanbaru. 

"Tadi malam pelaku telah kita amankan setelah kami periksa, AP kita tetapkan sebagai tersangka penganiayaan," ungkap Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, Minggu (5/7/2020) malam. 

Bahkan urin tersangka juga positif konsumsi narkoba.

"Saat kita cek urinenya yang bersangkutan positif konsumsi amphetamine," ujarnya. 

Nandang menceritakan kronologi kejadian penganiayaan tersebut. Kejadian bermula saat korban bernama Mulyadi (33) melintas di Jalan Cempaka, Kecamatan Sukajadi, Jumat (3/7/2020) lalu.

Saat itu dirinya hendak mengantar orderan pelanggan.

Tiba-tiba datang mobil dari arah belakang korban dan memotong sambil membunyikan klakson. Kemudian, korban pun membalas dengan membunyikan klakson sepeda motor.

Namun, AP yang mengendarai mobil tersebut tidak terima dan langsung menghadang sepeda motor korban.

Tersangka turun dari mobil dan langsung memaki korban serta mengancam korban.

"Sempat terjadi adu mulut hingga pelaku menendang korban yang menyebabkan korban terjatuh," lanjutnya. 

Peristiwa penganiayaan itu viral di media sosial. Dalam video berdurasi 20 detik itu AP melakukan penganiayaan kepada salah satu driver ojek online di Pekanbaru, Riau.

Penganiayaan tersebut membuat ratusan driver ojek online lainnya geram dan berlanjut mendatangi rumah pelaku penganiayaan pada Sabtu (4/7/2020) malam. 

Ratusan driver online spontan melakukan perusakan terhadap rumah pelaku dengan cara melempar kaca jendela rumah bagian depan.

Sebuah mobil yang terparkir di halaman rumah pelaku dirusak massa.

Petugas kepolisian tiba di lokasi dan mengamankan AP lalu membawa pria tersebut ke Mapolresta Pekanbaru untuk dimintai keterangan.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00