Demi Membela Adik Perempuan, Residivis Kembali Ditangkap

Pelaku pengancaman Diciduk polisi

KBRN, Manado: Mantan terpidana NR, alias Vada (23) warga Kelurahan Uluindano, Kecamatan Tomohon Selatan kembali ditangkap. Kali ini, NR ditangkap dengan alasan ingin melindungi adik perempuan dengan menganiaya KS, alias Kenko (17) dan mengancam menggunakan sebuah pisau lipat.

"Saya marah kepada pelaku, karena telah memukul dan mengambil HP milik adik saya, pada hari Senin, 29 Juni 2020," kata NR di hadapan personel Tim Totosik di Polres Tomohon, Manado, Sulawesi Utara, Jumat (3/7/2020).

Sebelum melakukan penikaman, lanjut NR, Subuh tadi, mendapat informasi bahwa adiknya bernama Mawar akan bertemu dengan korban, KS.

Sontak, dia mengaku informasi itu membuat rencana memancing KS melalui media sosial Instagram. Dia merencanakan peretemuan dengan KS di Kompleks Lapangan Babe Palar.

"Saat di lokasi lapangan Babe Palar, tepatnya di pintu masuk lapangan, saya melihat korban berada di dalam mobil. Saya pun langsung masuk ke dalam mobil, dan memukul korban pada bagian wajah," kata dia.

"Saat korban keluar dari mobil dan berusaha lari, saya juga mengejarnya dengan pisau lipat, yang sudah saya siapkan dari rumah," lanjut dia.

Ketua Tim Totosik Polres Tomohon Brigadir Kepala (Bripka) Yanny Watung menjelaskan pada pada Jumat( 3 /7/ 2020) sekisar pukul 09. 45 WITA, mendapat informasi dari orang tua korban, KS. Mereka menyebut bahwa anak mereka Kenko dianiaya oleh pelaku, NR.

"Kami pun mengarahkan kepada orang tua korban untuk membuat laporan di Polsek Tomohon Selatan, dan kemudian kami melakukan pencarian terhadap pelaku," terang Bripka Yanny.

Saat melakukan pencarian NR, lanjut Yanny, Tim Totosik berhasil menangkap di rumah temannya yang berada di Kelurahan Uluindano, Kecamatan Tomohon Selatan.

Ketika diinterogasi, pelaku mengakui perbuatannya  telah menganiaya Kenko, dan juga mengejarnya menggunakan pisau lipat.

Kemudian, polisi membawa pelaku ke Polsek Tomohon Selatan, bersama barang bukti satu pisau lipat.

"Pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Polsek Tomohon Selatan. NR adalah residivis kasus penganiayaan, dan dia baru keluar penjara, Maret 2020," kata Kapolsek Tomohon Selatan Iptu Widodo mewakili Kapolres Tomohon AKBP Bambang Ashari Gatot.

Saat ini, proses penyelidikan akan terus dilakukan berdasarkan laporan pelapor, orang tua korban.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00