10 Fakta Kerusuhan Madina, Ada Aroma Korupsi

Kerusuhan Jalinsum Medan-Padang di wilayah Mandailing Natal (Madina) terus berlangsung hingga Senin malam (Dok. Istimewa/Digtara)

KBRN, Medan: Pembagian Bantuan Langsung Tunai berujung kerusuhan baru saja melanda salah satu desa di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, sejak Senin petang hingga malam.

Kerusuhan pecah akibat warga Desa Mompang Julu, Kecamatan Penyabungan Utara, Kabupaten Madina menilai Kepala Desa Mompang Julu harus dicopot dari jabatannya terkait pembagian BLT tersebut.

Petugas kepolisian banyak jadi korban luka-luka akibat meredam kerusuhan yang dilakukan ratusan warga.

Berikut fakta-fakta sekaligus kronologis di lapangan terkait kerusuhan:

1. Kepala Desa Mompang Julu dianggap tidak becus dalam pembagian BLT.

2. Kepala Desa juga dianggap tidak transparan soal Dana Desa periode 2018-2020.

2. Sebanyak 320 massa turun ke jalan melakukan aksi diikuti perusakan.

3. Massa memblokir fasilitas publik Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan-Padang.

4. Polisi coba membuka negosiasi, namun tuntutan masyarakat mencopot kepala desa secara anarkis tak bergeming.

5. Waktu lima hari mempersiapkan laporan BLT dan Dana Desa ditolak massa.

6. Massa mulai diprovokasi melempari petugas dengan batu dan kayu.

7. Anggota TNI yang diperbantukan juga tak bisa berbuat banyak karena ikut dilempari massa.

8. Enam anggota Polres Madina luka-luka dilempari batu, namun sudah masuk perawatan di RSUD Panyabungan.

9. Massa membakar satu sepeda motor polisi.

10. Massa kembali melanjutkan aksi anarkis membakar dua mobil polisi, termasuk mobil dinas Wakapolres Madina. 

BACA JUGA: Protes BLT Rusuh, Mobil Wakapolres Madina Dibakar

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja menyatakan, satu unit sepeda motor dan dua unit mobil dibakar massa, termasuk mobil dinas Wakapolres Madina.

"Selain kendaraan dibakar, enam Anggota Polres Madina mengalami luka ringan karena lemparan batu. Saat ini mendapat perawatan di RSUD Panyabungan," kata Tatan dalam keterangannya, Senin (29/6/2020), malam.

Kasus ini masih terus coba dicarikan titik musyawarah agar tidak menimbulkan kerusakan lebih besar. Kepala Desa Mompang Julu, Hendri Hasibuan berada dalam tekanan besar saat ini untuk mempertanggungjawabkan Dana Desa sekaligus Bantuan Langsung Tunai milik warga.

Akan tetapi warga sudah tidak mau lagi ada negosiasi, mereka hanya ingin Hendri Hasibuan segera dicopot dari jabatannya melalui Surat Pemecatan langsung dari Bupati Madina.

Warga mencium aroma Kolusi Korupsi dan Nepotisme dalam pembagian BLT dan pengaturan Dana Desa periode 2018-2020.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00