Polisi Tahan Satu Tersangka Insiden Nahas SMPN 1 Turi-Sleman

KBRN, Yogyakarta : Polisi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memenjarakan satu tersangka  dalam insiden kegiatan Pramuka sesi susur Sungai Sempor murid SMPN 1 Turi, pada Minggu (23/2/2020). Insiden nahas yang kenimpa 249 murid dalam kegiatan Pramuka itu terjadi, pada Jumat (21/2/2020).

"Ya, tersangka sudah ditahan di Polres Sleman sejak tadi malam (Sabtu, 22/2)," kata Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol, Yulianto di RS Bhayangkara Polda DIY, Minggu (23/2/2020).

Tersangka, lanjut Yulianto, merupakan guru olahraga di SMPN 1 Turi lantaran bertanggung jawab menentukan lokasi susur Sungai Sempor.

"Dari pemeriksaan kepada pengelola Desa Wisata Lembah Sempor, kegiatan susur sungai tersebut tidak ada izin ke pengelola. Lokasi tersebut merupakan desa wisata," ucap dia.

Tersangka dijerat dengan Pasal 359 dan 360 KUHP.

"Ancaman hukumannya maksimal lima tahun penjara," ujar Yulianto.

Polda DIY, tadi malam, juga telah menetapkan satu tersangka dengan inisial IYA terkait insiden hanyutnya ratusan siswa-siswi SMPN 1 Turi saat kegiatan susur sungai di Sungai Sempor, Turi, Sleman, Jumat (21/2/2020).

Menurut Yuliyanto, IYA yang merupakan salah satu pembina Pramuka sekaligus guru olahraga di SMPN 1 Turi, Sleman. IYA ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil gelar perkara yang dipimpin Direktur Reskrimum Polda DIY AKBP Burkan Rudy Satria, Sabtu (22/2/2020) kemarin siang.

Baca juga : Polda Yogyakarta Tetapkan Satu Tersangka dalam Insiden Hanyutnya Ratusan Murid SMPN 1 Turi-Sleman

Hingga hari ini, kata dia, Polda DIY telah melakukan pemeriksaan terhadap 15 orang yang terbagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama adalah tujuh pembina Pramuka.

"Ada dua siswa SMPN 1 Turi yang juga telah dimintai keterangan," terang dia.

Jumlah tersangka tidak menutup kemungkinan masih dapat bertambah seiring dengan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang masih akan terus dilakukan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00