Wewenang Polsek Untuk Penyelidikan Penyidikan Dicabut, Ini Plus Minusnya

KBRN, Jakarta : Pakar Pidana Komjen Pol (Purn) Anang Iskandar menilai, ada plus minus jika wacana proses penyelidikan dan penyidikan bukan kewenangan Polisi Sektor (Polsek) jadi diterapkan. 

"Ada untungnya dibuka lebar, ada ruginya di Polsek harus dibatasi," ungkap mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri ini dalam wawancara dengan RRI PRO3, Kamis (20/2/2020).

Anang menilai, saat ini yang terjadi, semua kasus bisa ditangani oleh Polsek. Namun Polsek dinilai tidak memiliki kemampuan yang mumpuni menangani kasus yang basar.

"Sekarang dilepas, semua kasus ditangani Polsek, sedangkan Polsek kemampuan sangat terbatas. Ini masalah, jadi banyak dalam tanda kutip cari-cari masalah. Masalah sedikit dicari-cari, jadi masalah besar," ungkapnya.

BACA JUGA: Menkopolhukam : Penghapusan Penyelidikan dan Penyidikan di Polsek Usulan Lama

Namun jika kewenangan tidak diberikan tambah Anang, tentu hal itu tidak bisa dilakukan sebab, kewenangan telah diamanatkan dalam Undang-Undang.

"Tapi kalau tidak diberikan kewenangan itu, ini amanat UU. Semua Polisi dengan pangkat penyidik Letnan, kemudian polisi sebagai penyeldik itu diperlukan dalam penanganan sebuah kasus di semua tingkatan. Oleh sebab itu wacana ini tentu harus dibawa secara khusus oleh Mabes," pungkasnya.

Wacana Polsek tidak berwenang dalam melakukan penyelidikan dan penyidikan sendiri sebelumnya diungkapkan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00