Kapolda: Tidak Ada Tempat Aman bagi Pengedar dan Pengguna Narkoba di Bali

KBRN, Denpasar : Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Golose menegaskan bahwa Bali bukan tempat yang aman buat para pengedar dan pengguna narkoba.  Hal itu dinyatakannya menanggapi kemungkinan maraknya peredaran narkoba di Bali saat malam pergantian tahun baru 2020 nanti.

"Kita akan jaga jangan sampai ada pesta narkoba di pulau ini. Tidak ada tempat yang aman bagi mereka di Bali," tegas Petrus di Mapolda Bali, Selasa (10/12/2019).

Sebelumnya, jajaran Polda Bali berhasil mengungkap sejumlah upaya penyelundupan narkoba yang rencananya akan diedarkan di wilayah Bali saat memasuki masa libur natal dan tahun baru.

Wakil pelaksana operasi Pekat Agung 2019 Polda Bali, AKBP Suratno, dalam waktu 2 minggu  reserse narkoba Polda Bali dan jajaran berhasil mengungkap 34 kasus penyalahgunaan narkoba.

Barang bukti yang berhasil disita diantaranya 33.400 butir pil koplo, 7,6 kg ganja, 6.809 butir obat daftar G dan 117,29 gram sabu.

"Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku narkoba itu akan diedarkan pada malam pergantian tahun baru," ungkap Sutarno.

Selain narkoba, jajaran Polda Bali juga berhasil mengungkap peredaran minuman keras (miras) ilegal. Ada 74 kasus miras yang diungkap dengan barang bukti 451 botol miras dan 1.361 liter miras arak.

Menurut dia, pihaknua akan terus menggencarkan upaya untuk mencegah maraknya peredaran narkotika dan miras di Bali, agar suasana libur natal dan tahun baru nanti bisa aman dan kondusif.

"Bali itu tujuan wisata bukan hanya wisatawan lokal tapi juga dunia. Kita harus jaga situasi yang sudah kondusif. Jadi jangan coba main-main di Bali," tegas Suratno.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00