Menjelang Nataru, Polda Bali Tangkap Ratusan Pelaku Kejahatan

KBRN, Denpasar :  Untuk menciptakan kondisi Bali yang aman terutama menjelang libur natal dan tahun baru, Direktorat serta Polres di jajaran Polda Bali mengamankan 205 terangka pelaku kejahatan, mulai dari curas, curat, curanmor, narkoba, judi dan miras.

Penangkapan itu dilakukan dalam opeasi Pekat Agung 2019 yang berlangsung selama sekitar dua minggu, pada periode 23 November - 8 Desember 2019.

"Kita tahu, Bali adalah salah satu tujuan wisata utama di Indonesia. Nah operasi Pekat Agung 2019 ini kita jalankan untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polda Bali, terutama menyambut masa libur Natal dan Tahun Baru nanti," ucap Wakil Dirreskrimum Polda Bali, AKBP Suratno, dalam jumpa pers ekspos hasil operasi Pekat Agung di halaman Mapolda Bali, Selasa (10/12/2019).

Dalam operasi itu  polisi berhasil mengungkap 178 kasus, yang terdiri dari 67 kasus yang merupakan Target Operasi (TO) dan  178 kasus Non TO. Sedangkan dari 205 tersangka yang diamankan, polisi menahan 116 orang. Satu diantaranya ditembak karena melawan, dan satu lagi adalah WNA dari Chile dalam kasus narkoba. Sementara 89 tersangka lainnya yang dilepaskan dan dilakukan pembinaan, karena terkait prostitusi dan miras.

Menurut Suratno, hasil operasi ini sesuai dengan target yang diperintahkan Kapolda. Bahkan secara keseluruhan, hasilnya melebihi dari target  yang sudah ditentukan dalam rencana operasi. Karena pihaknya juga berhasil mengungkap berbagai kasus diluar yang sudah ditargetkan.

Ini semua, kata dia, dilakukan selain sebagai perwujudan pelaksanaan tugas kepolisian dalam melayani dan melindungi masyarakat agar tetap merasa aman dan tertib, juga untuk menjaga agar situasi di Bali tetap kondusif.

"Setelah operasi Pekat ini  untuk selanjutnya pda 12 - 18 desember kita akan melakukan operasi Cipta Kondisi. Tujuan akhirnya tetap sama, kita ingin menciptakan suasna Bali yang kondusif, dalam rangka menjaga Bali sebagai destinasi wisata dunia," ungkap Suratno.

Suratno juga menegaskan, keseriusan Polda Bali dan jajarannya dalam menindak pelaku kejahatan ini juga merupakan sebuah bentuk pesan bagi setiap orang yang berniat melakukan tindak 

"Keseriusan ini  sekaligus sebagai pesan buat pelaku kejahatan dan siapapun juga yang berniat melakukan tindak pidana, agar jangan main-main dan mengganggu situasi keamanan di Bali terutama menjelang Natal dan Tahun Baru ini. Karena kita punya kewenangan untuk melakukan tindakan tegas dan terukur," tegas Sunarto.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00