Hoaks, Penutupan Jembatan Suramadu Selama PSBB Surabaya

KBRN, Surabaya : Kapolres Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum memberi klarifikasi terkait isu yang beredar di medsos bahwa Jembatan Suramadu ditutup selama PSBB.

"Tidak benar kalau ditutup total. Kita batasi sesuai Perwali Surabaya dan Pergub Jatim tentang PSBB, agar yang masuk (Surabaya) dicek sesuai peraturan tersebut," katanya, Senin (4/5/2020).

Ia menjelaskan jika ada kendaraan yang akan melintas Jembatan Suramadu tanpa kepentingan apa-apa, maka akan diarahkan untuk putar balik. Menurutnya, tindakan tersebut diambil juga mengacu pada pembatasan jam malam.

"Yang tidak ada kepentingan untuk putar balik. Apalagi ada pemberlakuan jam malam untuk wilayah yang PSBB seperti Surabaya, Gresik dan Sidoarjo. Kita lakukan prosedur pengecekan yang lebih ketat," terangnya.

"Kita imbau jam 21.00-04.00 WIB untuk di rumah saja, kalau yang keluar ya harus ada kepentingan jelas. Kita beri pengecualian misal kendaraan yang mengangkut logistik atau kebutuhan bahan pokok, bahan bakar, obat-obatan yang sesuai peraturan gubernur dan perwali boleh lewat. Juga pekerja di bidang logistik yang sudah ada surat tugas boleh lewat," tambahnya.

Satu-satunya kapolres wanita di Jatim ini menegaskan bahwa kabar Suramadu ditutup adalah hoaks.

"Hoaks itu, saya saja setiap jam 9 malam patroli di sini, tidak ada yang namanya ditutup. Hanya kita tegaskan untuk peraturan PSBB. Kita berharap Surabaya kembali normal seperti sedia kala. Sehingga masyarakat dapat melakukan aktivitasnya seperti biasanya," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00