Komplotan Rampok Sadis Lintas Provinsi DIbekuk Polisi

KBRN, Pekanbaru : Kepolisian dari Direktorat Reskrimum Polda Riau menangkap tiga pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) lintas provinsi. Komplotan ini meresahkan warga dengan sasaran mengincar perusahaan atau gudang bahan pokok yang berada di pinggir jalan. 

Direktur Reskrimum Polda Riau Kombes Zain Dwi Nugroho mengatakan, ketiga pelaku berinisial HMP, HKS, dan MWM. Mereka beraksi merampok gudang PT FA Karya Niaga Jalan Siak II pada 31 Januari dan PT Alam Jaya Wira Sentosa, Rumbai, Pekanbaru pada 9 Maret 2020 lalu. 

"Pelaku HMP sebagai otak pelaku mengancam sekuriti dengan senjata tajam dan mengikat sekuriti bersama HKS, MVM dan ES (buron). Setelah berhasil melumpuhkan sekuriti mereka merusak dan membuang recorder CCTV agar aksinya tidak terekam," ujar Dirkrimum, Kamis (30/4/2020). 

Merasa sudah aman, komplotan ini lalu menuju tempat penyimpanan brankas dan membuka paksa dengan linggis dan gerinda yang dibawa pelaku AB (buron). 

“Pada saat melakukan aksinya tersangka selalu membawa senjata tajam. Bahkan tidak segan-segan melukai korbannya,” ujar Zain. 

Dalam aksinya pelaku berhasil mengambil uang sebesar Rp78 juta, laptop dan handphone 12 unit. 

Mendapat laporan, polisi bergerak cepat menangkap pelaku. Pelaku HMP ditangkap di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara pada pertengahan April lalu. Sedangkan dua rekannya HKS dan MWM ditangkap di Pekanbaru beberapa hari kemudian.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil menyita barang bukti mobil xenia sbg sarana angkut, laptop, sejumlah handphone hasil curian, linggis, gerinda, gergaji, martil, parang, alat bor, dan kacamata las.

"Dari hasil pemeriksaan tersangka HMP, merupakan residivis kasus yang sama dengan sasaran brankas perusahaan yang ditahan di Lapas di Medan tahun 2006," lanjutnya. 

Dikatakan, selain melakukan aksi di dua lokasi di Pekanbaru, komplotan ini juga melakukan aksi di wilayah lain, yaitu merampok pabrik karet PT Bangkinang di Medan menggondol uang Rp900 juta. 

Kemudian pada tahun 2019 pelaku merampok brangkas di Banjarmasin bersama pelaku D, asal Kalimantan dan mendapatkan Rp50 juta dan satu buah laptop warna putih.

Selanjutnya pada Maret 2020 bersama pelaku D, S, A dan M berangkat ke Padang, Sumatera Barat merampok di sebuah pergudangan cat, namun dalam aksinya ini hanya mendapat 2 (dua) unit laptop.

Para pelaku di persangkakan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara dan pelaku yg belum tertangkap masih dilakukan pengejaran dan dimasukkan dalam daftar pencarian orang. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00