Polda Jatim Dalami Kasus Pencucian Uang MeMiles

KBRN, Surabaya : Polda Jawa Timur mendalami kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)  investasi bodong MeMiles. 

Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Gidion Arif Setyawan menerangkan, dalam TPPU pihaknya akan mencari headmaster atau agen yang mencari keuntungan dari MeMiles. Pihaknya juga mendalami kemana saja aliran dana MeMiles ini.

"Perkara pokok selesai, kemudian kita berlanjut ke perkara TPPU karena kita belum tuntas melakukan tracking pada aset, masih dibuka dan kami akan lanjutkan ke TPPU. Kalau TPPU bisa berkembang lagi termasuk headmaster bisa kita jaring dengan TPPU," papar Gidion di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Rabu (29/4/2020).

Ketika disinggung keterlibatan keluarga Cendana Ari Haryo Wibowo Harjojudanto atau Ari Sigit dalam pusaran Memiles yang disebut mendapatkan aliran dana senilai Rp 3,5 Miliar dan menjadi konsultan PT Kam and Kam, Gidion menyebut yang bersangkutan tidak bisa dikenakan pasal TPPU.

"Kalau itu kan sudah mengembalikan, kita kenakan TPPU ndak bisa. Dia ndak masuk struktur juga," ungkap Gidion.

Dalam kasus ini, polisi telah menyerahkan lima tersangka. Kelimanya yakni Kamal Tarachan atau Sanjay (47), selaku Direktur PT Kam n Kam, Suhanda (52), sebagai manajer, Eva Martini Luisa alias dokter Eva, sebagai motivator, Prima Hendika sebagai Kepala Tim IT Memiles, serta Sri Wiwid atau Widya, yang menjadi pengatur reward.

Selain tersangka, polisi juga menyerahkan sejumlah barrang bukti. Ada uang senilai Rp150 miliar, kendaraan 28 unit roda empat, 3 unit motor, ratusan emas batangan hingga ratusan barang elektronik yang menjadi reward MeMiles.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00