Polsek Padalarang Ungkap Kasus Peredaran dan Pembuatan Uang Palsu.

KBRN, Cimahi : Anggota Reskrim Polsek Padalarang dipimpin Ipda Yasmin Badruzzaman berhasil mengungkap kasus peredaran dan pembuatan uang palsu dan menangkap 4 orang tersangka pelakunya.

"Dari para tersangka, polisi mengamankan uang palsu berbagai nilai pecahan dalam bentuk mata uang dalam dan luar negeri," ungkap Kapolres Cimahi AKBP. Mochammad Yoris Maulana Yusuf Marzuki kepada wartawan di.Mapolres Cimahi Jalan Amir Machmud Kota Cimahi, Selasa (18/2/2020).

Menurut Yoris, dua tersangka di antaranya, Sunaryo ,52 dan Candra, 38, ditangkap setelah melakukan transaksi jual beli di sebuah warung di Padalarang pada 21 Januari lalu. Sementara dua tersangka lainnya, Dadi Jaelani dan Heri Haeroni diamankan di Subang dan Pandeglang.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Padalarang, Iptu Yasmin Badruzaman menjelaskan,  pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang merasa dirugikan karena menerima uang palsu dari salah satu tersangka.

"Tersangka membeli makanan dengan uang palsu pecahan Rp50 ribu. Setelah menerima laporan, anggota langsung meluncur ke TKP di Desa Cimareme, Padalarang dan mengamankan dua tersangka," ujarnya.

Dari kedua tersangka yang telah ditangkap, polisi lakukan pengembangan dan berhasil mengamankan tersangka pembuat uang palsu di Subang dan Pandeglang.

"Selanjutnya, kami melanjutkan pengembangan kembali ke Bintaro Jakarta. Di sana kami temukan alat-alat pembuat uang palsu serta ribuan lembar mata uang dollar yang masih setengah matang atau belum jadi," terangnya.

Dia menuturkan, Sunaryo dan Candra mendapatkan uang palsu dengan cara membeli dengan perbandingan 2 uang asli dan 4 uang paslu.

Barang bukti yang berhasil diamankan polisi di antaranya ratusan lembar uang palsu pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu dengan total Rp 44,3 juta serta ribuan lembar uang pecahan 100 dollar palsu senilai Rp280 juta dan uang dollar setengah matang senilai Rp9.8 miliar.

"Uang yang sudah diedarkan tersangka baru sekitar Rp 60 juta, sedangkan yang sudah diamankan polisi Rp44,3 juta. Untuk total keseluruhan, dari tersangka kita temukan uang dollar palsu senilai Rp10,080 miliar dan mata uang rupiah sebanyak Rp44,3 juta,"pungkasnya.

Para tersangka akan dijerat dengan pasal 

37 Jo pasal 36 UU RI nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda 100 milyar rupiah atau kurungan seumur hidup.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00