Polisi Bantah Ada 20 Bus Warga Jatim ke Jakarta

KBRN, Surabaya : Kepolisian Daerah Jawa Timur, melalui Kabid Humas, Kombes Pol Frans Barung Mangera, membantah adanya pergerakan massa dari Jatim ke Jakarta, untuk mengawal sidang di Mahkama Konstitusi (MK). 

Karena sebelumnya beredar kabar keberangkatan warga dari Jatim, dengan menggunakan kendaraan 10 - 20 bus ke Jakarta. Namun dikatakan Barung, jika informasi itu tidak benar, untuk yang rombongan. 

"Entah yang berangkat sendiri sendiri, yang secara komunal (berkelompok) tidak ada," ujarnya, Kamis (27/6/2019).

Untuk menghindari hal itu, polisi telah melakukan antisipasi dengan menggelar sweaping ke beberapa lokasi, seperti jembatan Suramadu, Stasiun Gubeng, guna mencegah pergerakan massa ke Jakarta. 

"Nah tadi malam jam 20.00 sampai dengan dini hari, untuk melaksanakan pengkondisian, dalam rangka melihat pergerakan itu, secara real di lapangan," imbuhnya. 

Barung mengatakan, sampai dengan siang ini, wilayah Jawa Timur tetap aman, dan tidak terpengaruh dengan suasana di MK. Dirinya yakin, jika masyarakat mengikuti proses sidang MK melalui media massa. 

"Tidak ada pergerakan apa apa yang terjadi," imbuhnya. 

Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan, melalui Barung berharap, masyarakat dan seluruh Tokoh, turut mendukung dan menjaga kondusifitas wilayah Jatim. 

"Dan bagi mereka yang sudah terlanjur ke Jakarta, ya kita hanya menyampaikan bahwa lebih elegan menyaksikan ini lewat media Televisi," lanjutnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00