Pasca Kebakaran, Lapas Klas II Bukittinggi Dijaga Polisi, Lima Napi Wanita Dipindahkan

KBRN, Bukittinggi : Satu hari pasca terbakarnya situasi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Bukittinggi aman dan terkendali, dari pantauan RRI di lokasi tampak aktivitas kembali seperti hari biasanya, petugas melakukan penjagaan, warga binaan berada di dalam masing-masing sel, dan pemandangan lain yang terpantau sejumlah polisi ikut melakukan pengamanan di pintu masuk Lapas, Selasa (22/1/2019).

Disamping itu dampak dari kebakaran ini, banyak keluarga narapidana yang berkunjung ke Lapas hari ini, karena dari data yang didapatkan ada 74 Tahanan Pendamping (Tamping) yang terdampak, 4 kamar diantaranya ludes terbakar, dan 4 kamar lainnya dalam kondisi aman.

Kapolsek Ampek Angkek Iptu Lirman, saat memantau situasi di Lapas Klas II A Bukittinggi, menuturkan, sesuai amanah Kapolres, anggota polisi diminta melakukan penjagaan, dan menindaklanjuti hal itu diturunkan 1 regu personil ditugaskan berjaga di sekeliling Lapas.

"Sampai siang ini situasi masih aman dan kondusif, warga binaan masih bertahan dalam lapas dan di ruang tahanan masing-masing, serta kegiatan lainnya berjalan sebagaimana mestinya, dan penjagaan ini akan terus dilakukan,” ulasnya.

Menurut Lirman, pihak Polsek Ampek Angkek komit mengamankan situasi, dan apabila situasi tidak memungkinkan, akan dilakukan koordinasi dengan Polres Bukittinggi, untuk penambahan personil penjagaan.

“Sebelum kebakaran Lapas Klas II A ini terjadi, anggota Polsek Ampek juga rutin melakukan pemantauan, selama 24 jam dalam sehari kami selalu memantau situasi, baik saat keadaan ramai maupun sepi,” terangnya.

Lirman menambahkan, disamping melakukan penjagaan, saat ini Tim Inafis Polda Sumatera Barat juga sedang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kebakaran, guna memastikan apa penyebab kebakaran.

Sementara itu Kepala Lapas Klas II A Bukittinggi, Marten, menyebutkan, pasca kebakaran ini, sebanyak lima orang narapidana perempuan dipindahkan ke Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Klas II B Tanjung Pati, Kabupaten Limapuluh Kota.

“Pemindahan lima napi perempuan ini karena lokasi tempat mereka beristirahat di kamar Tahanan Pendamping (Tamping) di Blok D Wisma Kamboja ludes terbakar, dan sesuai arahan Kepala Divisi Lapas Kanwil Kemenkumham Sumatera Barat, mereka harus dipindahkan untuk memberikan rasa aman,” jelasnya.

Menurut Marten, lima napi perempuan tersebut dipindahkan Senin malam kemaren usai peristiwa kebakaran menuju Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Klas II B Tanjung Pati, Limapuluh Kota.

"Untuk tujuh orang sisa napi perempuan lainnya kita pindahkan ke klinik. Sedangkan untuk napi laki-laki dipindahkan ke aula Lapas, serta kamar lain yang berada di blok A, B dan C, karena dari 8 kamar tamping, 4 diantaranya terbakar kemaren,” ungkapnya.

Seperti yang diberitakan RRI sebelumnya, Empat kamar Tamping (Tahanan Pendamping) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Bukittinggi, yang berlokasi di Biaro, Kecamatan Ampek Angkek Kabupaten Agam, Senin (21/1/2019), sekira pukul 13.30 WIB hangus terbakar.

Kepala Lapas Klas II A Bukittinggi, Marten, menuturkan, ada empat dari delapan kamar Tamping di Blok D Wisma Kamboja yang ludes dilalap si jago merah, empat kamar lainnya dalam kondisi aman tidak tersentuh api.

"Delapan kamar yang berada di blok D wisma Kamboja dihuni oleh 74 orang narapidana, yang diberi kepercayaan sebagai tamping, dan akibat peristiwa kebakaran 39 orang tamping yang kamarnya terbakar dipindahkan ke kamar lain yang berada di blok A, B dan C," terangnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00