Polda Kalteng Prediksi Sejumlah Kerawanan Pemilu 2019

KBRN, Palangka Raya : Pemilihan umum tahun 2019 diprediksi akan memunculkan banyak kerawanan kamtibmas dalam bidang politik maupun keamanan. Diantaranya adalah memunculkan kampanye hitam dan kampanye negatif, penyebaran ujaran kebencian dan SARA melalui media sosial.

Kepada RRI, Kabid Humas Polda Kalteng, AKBP Hendra Rohmawan Kamis (3/1/2019) mengatakan pilpres dan pileg 2019 diprediksi akan memunculkan berbagai kerawanan kamtibmas seperti halnya kampanye hitam dan kampanye negatif, kecurangan dalam pelaksanaan tahapan pemilu khususnya dalam tahap pungut dan hitung, ketidak puasan terhadap hasil pemilu 2019 dan kinerja penyelenggara , money politik aksi penolakan terhadap hasil perhitungan pungutan suara di pileg dan pilpres 2019 .

Selain itu dalam bidang keamanan, pemilu 2019  akan memunculkan penyebaran ujaran kebencian dan SARA melalui media sosial guna meraih perolehan suara dalam Pemilu 2019 serta untuk menjatuhkan lawan politiknya. Dalam rangka menyiapkan pengamanan pemilu 2019 , Polda Kalteng juga meningkatkan kemampuan untuk kecepatan, ketepatan anggota dalam pelaksanaan tugas di lapangan , dengan mengadakan pelatihan pelatihan .

“Saat ini jumlah anggota Polda Kalteng berjumlah 7.155 personil dan jika dibandingkan dengan luas wilayah Kalteng  153.564 km persegi, maka  1 anggota akan mengawasi luas wilayah 22,24 km persegi. Sehingga kepolisian memangang perlunya peningkatan kemampuan polisi”, terangnya.

Lebih jauh dalam menggelar pengamanan pileg dan pilpres 2019, Kepolisian ditekankan untuk tidak bersikap under estimed sehingga semua dianggap rawan. Aparat juga akan menjalin komunikasi dengan TNI, Tokoh Agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, parpol, KPU dan Bawaslu. (NATA).

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00