Operasi Lilin 2018 : Lakalantas di Sumsel Meningkat

KBRN, Palembang : Jumlah kasus kecelakaan di Sumatera Selatan mengalami peningkatan selama masa Operasi Lilin 2018 yang berlangsung dari 23 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019. Data Dirlantas Polda Sumsel menyebutkan jumlah kasus kecelakaan tercatat sebanyak 22 kasus atau melonjak dari tahun 2017 dengan hanya 12 kasus kecelakaan.

Kasubdit Gakkum Dirlantas Polda Sumsel, AKBP Aspan Sanjaya, mengungkapkan, selama 10 hari masa operasi lilin 2018 10 orang tercatat meninggal dunia akibat kecelakaan lalulintas, 9 orang mengalami luka berat dan 16 orang mengalami luka ringan dengan total kerugaian material sebesar Rp. 80 juta lebih.

Aspan mengatakan, sebagian besar kecelakaan yang terjadi dikarenakan faktor kelalaian manusia (human error-red). Kecelakaan sering terjadi karena pengemudi tidak konsentrasi atau dalam keadaan tidak dalam kondisi prima saat berkendara.

“Selain human error, ada beberapa lokasi yang rawan kecelakaan karena kurang penerangan atau jalan berlubang. Ada juga kendaraan yang mogok tidak memasang rambu sehingga tertabrak. Hal seperti ini masih kerap terjadi,” ujar Aspan kepada wartawan di Palembang, Rabu (2/1/2019).

Kenaikan kasus lakalantas di sepanjang tahun 2018 di Sumsel juga mengalami peningkatan sebesar 3,47 persen. Pada tahun 2017 jumlah lakalantas mencapai 1152 sementara pada tahun 2018 meningkat menjadi 1192 kasus.

Terkait masih tingginya angka lakalantas, Aspan menghimbau kepada pengguna kendaraan untuk tetap disiplin dalam berlalulintas dan mematuhi peraturan berkendara. Pada saat yang sama pihak kepolisian pun tetap terus meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk memberikan pemahaman terkait keselamatan berkendara.

“Ada tujuh pelanggaran yang berpotensi laka seperti mengemudi dengan kecepatan tinggi, tidak menggunakan helm, tidak memiliki SIM, tidak menggunaan safety belt, melawan arus, menggunakan hp saat berkendara, pengemudi dibawah umur dan berkendara dibawah alkohol. Itu wajib ditindak, tidak bisa ditolerir,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00