Dirotasi dari Pimpinan Baleg, Ini Kata 'Oneng'

Anggota DPR RI Fraksi PDI-Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka (Dok Istmw)

KBRN, Jakarta: Anggota DPR RI dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Rieke Diah Pitaloka angkat suara terkait gejolak dan polemik akan pencopotan dirinya dari jajaran pimpinan Badan Legislasi (Baleg) DPR.

Rieke menyebut bahwa adanya pergantian anggota fraksi baik dari posisi anggota maupun dari posisi pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) itu merupakan hal yang biasa terjadi.

"Rolling (pergantian) anggota fraksi di pimpinan dan anggota AKD kan hal biasa. Tugas saya dari Partai dan Fraksi di Baleg sudah selesai, karena ada penugasan lain yang tidak kalah penting,” kata Rieke dalam keterangan tertulisnya yang diterima RRI.co.id, Jakarta (13/7/2020).

Akan tetapi pada saat ini, mantan pemeran Oneng dalam sinetron komedi itu enggan menyatakan tugas baru yang diberikan partainya tersebut.

Namun Ia memastikan bahwa tugas baru yang akan diberikan Partai berlambangkan banteng bermoncong putih itu, tetap akan diketahui oleh publik secara terbuka.

“Pada saatnya, publik akan tahu juga. Pokoknya tugas yang penting dan perlu konsentrasi penuh. Cukup berat, mohon doanya dari seluruh rakyat Indonesia. Bismillah,” tuturnya lagi.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Sekretaris Fraksi PDIP DPR, Bambang Wuryanto membantah pihaknya mengganti Rieke Diah Pitaloka sebagai Wakil Ketua Baleg dengan M Nurdin gara-gara polemik RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP).

"Jadi kita memasang the right man in the right place atas dasar penugasan politik sebagai partai pendukung pemerintah. Kita ingin fokus lagi dalam demokrasi,” kata Bambang di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (9/7) silam.

Dia mengatakan, rotasi Rieke sebagai pimpinan Baleg bukan karena ada kesalahan. Dia membantah PDIP melakukan pencopotan.

“Jadi jangan pernah ada pikiran mbak Rieke salah, dicopot, itu salah. Clear,” ucapnya.

Saat ini, lanjut dia, Rieke ditugaskan untuk kembali fokus di Komisi VI DPR. Menurutnya, perlu fokus di Komisi VI khususnya untuk mengurus masalah BUMN.

“Mbak rieke dirotasi kemana, mbak Rieke sementara di komisi VI, full. Pak kok komisi VI butuh fokus? Butuh fokus, kenapa karena Menteri BUMN melaksanakan pembaruan dengan melaksanakan mengklaster BUMN,” tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00