60 Ormas di Bandung Tolak RUU HIP

KBRN, Jakarta : Sebanyak 60 ormas di Bandung, Jawa Barat akan turun ke jalan untuk melakukan aksi unjuk rasa menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) pada Jumat (10/7/2020). Aksi unjuk rasa ini dilakukan pukul 13.00 WIB seusai salat Jumat.

Seperti diketahui, RUU ini dianggap kontroversial karena akan mengubah Pancasila menjadi Trisila dan Ekasila.

Sebelumnya, Ketua Aliansi Nasional Anti SYIAH, KH. Athian Ali‎ mengatakan, UU HIP ini sangatlah bermasalah karena digadang-gadang akan mengubah landasan negara dengan diperasnya Pancasila. Pancasila akan diubah menjadi Trisila yaitu Sosio Nasionalisme, Sosio Demokrasi, dan Ketuhanan yang Berkebudayaan.

"Kemudian dikristalisasi lagi menjadi Ekasila yaitu Gotong-royong, dan yang paling berbahaya adalah, RUU HIP ini tidak meletakkan TAP MPRS XXV Tahun 1966 di RUU- nya tentang pelarangan PKI di Indonesia," kata KH Athian Ali. 

Hal ini menurutnya, menjadi permasalahan serius terutama di kalangan umat Islam yang secara historis pernah menjadi korban kekejaman partai berlambang palu arit secara fisik, dan hingga saat ini pun kekejamannya terus bergulir.

Athian Ali menjelaskan, masalah RUU HIP ini dirasa penting untuk dipersoalkan. Sebab jika RUU HIP ini tidak kita tolak, maka generasi komunis baru akan bercokol di berbagai komponen-komponen penting masyarakat. Terutama dikalangan para legislator perancang kebijakan di parlemen.

Maka dari itu, KH Athian Ali meminta pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila dibatalkan.

"Menghentikan pembahasan dan sekaligus memastikan RUU HIP ini tidak akan menjadi undang-undang, serta mengusut konseptor yang menginisiasi RUU HIP ini agar rakyat mendapat jaminan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Jokowi adalah anti komunisme," tegasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00