Jokowi Memarahi Menteri, Golkar Soroti Tahapan Pilkada

Politisi Golkar Ahmad Doli Kurnia.(Dok.Ist)

KBRN, Jakarta: Politisi Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia menyebut kemarahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada para menteri sebagai pengingat semua pihak dalam situasi luar biasa wabah Covid-19.

"Saya juga mau mencermati pidato Pak Jokowi. Saya tangkap, bahwa kemarahan itu harus dilakukan. Itu pesan buat kita semua. Bukan hanya menteri, tetapi kepada seluruh pengambil kebijakan daerah atau pusat," kata Doli dalam diskusi daring bertajuk 'Menanti Perombakan Kabinet', Sabtu (4/7/2020).

Sebab, kata dia, dalam menanggapi masalah pandemi Covid-19, masalah bukan hanya di pusat.

"Tetapi di daerah juga bermasalah," terang Doli. 

Ketua Komisi II DPR RI itu mencontohkan beragam masalah terjadi di daerah.

"Memang, jadwal dan tahapan pelaksanaan Pemilihan kepala Daerah (Pilkada) terganggu di berbagai daerah melaksanakan Pilkada Serentak 2020," kata dia.

Dia juga menjelaskan hasil Rapat Koordinasi Kesiapan Pelaksanan Pilkada di Medan, Sumatera Utara beberapa waktu lalu. Hasil rapat, kata dia, banyak keluhan lantaran terganggu tahapan persiapan pelaksanaan Pilkada dalam masa pandemi Covid-19. 

"Kemarin saya ke Medan bersama Menkopolhukan (Mahfud MD) dan Mendagri (Tito Karnavian), ketemu semua kepala daerah yang melaksanakan Pilkada serentak. Itu enggak banyak yang dilakukan secara baik, apalagi Covid-19," ungkap Doli.

Kemarahan Presiden Jokowi dianggap sebuah upaya memantik (trigger) perasaan 'Luar Biasa' menghadapi pandemi virus Covid-19. Sehingga, dia menyatakan seluruh pihak dapat memahami dan memaknai situasi 'Extraordinary' selama wabah Covid-19 masih terjadi.

"Saya menangkap bahwa situasi ini tidak biasa, maka harus ditanggapi dengan tidak biasa. Jadi, kalau memang sitausi seperti ini, kalau presiden tidak marah, maka kita tidak akan bisa punya trigger yang luar biasa. Jadi, saya menangkapnya seperti itu," kata dia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00