Kalau Reshuffle, Ambil Masukan Masyarakat

Foto (Dok. Ist)

KBRN, Jakarta: Wakil Ketua Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay menyarankan, presiden mempertimbangkan masukan masyarakat dalam melakukan penyegaran kabinet.

"Saya dengar sudah banyak masukan dan saran dari masyarakat. Karena masyarakat adalah target sasaran setiap program pembangunan, tentu masukan itu perlu dipertimbangkan," kata Saleh di Jakarta, Selasa (30/6/2020).

Saleh mengatakan, presiden dapat melakukan reshuffle kapan saja sesuai dengan kebutuhan. Menteri yang laik di-reshuffle merupakan menteri kurang dalam pencapaian kinerja.

"Payung hukum yang mengatur kapan presiden bisa melakukan reshuffle itu kan tidak ada. Jadi, reshuffle itu bisa kapan saja sesuai kebutuhan presiden. Jika presiden menganggap perlu dilakukan sekarang, ya tidak ada yang bisa melarang. Itu konstitusional," ujar Saleh.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo berang dan sempat menyampaikan rencana melakukan reshuffle kabinet. Jokowi mengingatkan dirinya bisa saja melakukan itu lantaran ada menteri yang bekerja tidak maksimal di tengah pandemi Covid-19.

"Bisa saja membubarkan lembaga, bisa saja reshuffle, sudah kepikiran ke mana-mana saya. Entah buat Perppu yang lebih penting lagi, kalau memang diperlukan," kata Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna 18 Juni lalu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00