Kemarahan Presiden Dinilai Persis Panglima Militer

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (kedua kanan) berbincang dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat mengikuti tes cepat sebelum rapat terbatas di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (23/6/2020). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan-POOL/foc.

KBRN, Jakarta: Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan, ancaman Presiden Joko Widodo tentang perombakan kabinet dengan mempertaruhkan reputasi politik bukanlah sekedar isapan jempol.

"Memang presiden katakan akan ambil risiko, (reputasi politik akan saya pertaruhkan, red). Maknanya, presiden ambil langkah contoh untuk bawahan," kata Moeldoko di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (29/6/2020).

Moeldoko mengatakan, langkah yang dilakukan Jokowi serupa bentuk langkah seorang panglima di dunia militer dalam menghadapi situasi kritis. Dimana Jokowi mengambil tiga langkah penting.

"Di dunia militer juga dikenal upaya seorang pemimpin atau panglima dalam menghadapi situasi kritis. Dalam hadapi situasi kritis ada tiga langkah panglima dan komandan," katanya.

Langkah yang dilakukan Jokowi, kata dia, adalah kunjungan ke Surabaya, Jawa Timur, di tengah lonjakan kasus Covid-19 di wilayah tersebut.

Namun, menurutnya, kedatangan Jokowi justru menunjukkan bahwa seorang panglima selalu hadir dalam situasi kritis.

"Kita lihat presiden datang ke Surabaya yang masih merah. Beliau datang. Itu ciri-ciri panglima selalu hadir dalam situasi kritis," ucap Moeldoko.

Langkah selanjutnya, adalah pengerahan 'senjata' berupa bantuan sosial (bansos) bagi warga terdampak Covid-19.

Sejak pandemi meluas, Jokowi menyalurkan bansos dan berbagai insentif stimulus bagi warga.

"Bantuan itu dikerahkan agar menjadi solusi dari krisis," katanya.

Sementara langkah yang terakhir adalah pengerahan kekuatan cadangan. Moeldoko mengatakan, kekuatan cadangan ini baru akan dikerahkan di saat terakhir.

Namun ia tak menjelaskan lebih lanjut kekuatan cadangan yang dimaksud.

"Kerahkan kekuatan cadangan ini saat-saat terakhir, karena ketika situasi cadangan dikeluarkan, situasi mulai sangat jelek. Jangan sampai ini digunakan," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00