Pakar Kebohongan Prediksi 70-80 Persen Reshuffle

Presiden RI Joko Widodo dalam sidang kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, 18 Juni 2020 lalu (Dok. Istimewa/Tangkap Layar/Sekretariat Presiden/Youtube)

KBRN, Jakarta: Kemarahan Presiden Joko Widodo terhadap para menteri kabinet Indonesia Maju pada 18 Juni lalu dinilai sebagai puncak gunung es. 

"Kelihatan sekali kesal, mukanya kelihatan merah. Pada satu momen kelihatan sekali sedih, bisa kita bilang miris, jadi yang digunakan kata-kata perasaan," kata pakar deteksi kebohongan manusia (lie detector), Handoko Gani kepada RRI, Senin (29/6/2020).

Handoko menyebutkan, dari analisis perilaku verbal dan non verbal, 70 hingga 80 persen ucapan ancaman reshuffle kabinet akan dilakukan. 

"Kemungkinan besar sudah mengarah (reshuffle, red). Terlihat sekali dari micro exspretion dan gestur. Ada juga perubahan spektrum suara, intonasi volume, berubah, berbeda pada kalimat-kalimat yang lain," ujarnya.

Jokowi terlihat marah kepada para menteri dan pimpinan lembaga negara saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Kamis 18 Juni 2020.

Suara Jokowi beberapa kali meninggi dan menyebut bakal mengambil langkah keras, termasuk reshuffle.

Video rekaman pernyataan Jokowi baru diunggah akun Youtube Sekretariat Presiden pada Minggu 28 Juni kemarin. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00