Daulay: Wajar dan Tepat Jokowi Marah

Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Saleh Partaonan Daulay (Foto: Istimewa)

KBRN, Jakarta: Ancaman dan kemarahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang mengaku tak ragu jika ingin melakukan reshuffle alias perombakan Kabinet Indonesia Maju dinilai wajar dan tepat.

Wakil Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay menilai bahwa Jokowi sungguh-sungguh marah dan kecewa terkait kinerja kementerin di tengah pandemi virus corona jenis baru atau Covid-19. Dimana menurut penilaian Presiden, capaian para pembantunya sampai saat ini belum ada yang memuaskan. Bahkan, jauh di bawah harapan.

"Bagi Presiden, apa yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini sudah extraordinary. Kejadian luar biasa. Sayangnya, menurut Presiden, para Menteri menganggapnya masih biasa-biasa saja. Titik itu yang menyebabkan Presiden kesal dan marah," ujarnya kepada RRI.co.id pada Senin (29/6/2020).

Menurutnya jika Presiden mengancam akan reshuffle kabinet, berarti Presiden sudah mulai merasa ada yang tak beres dengan para pembantunya. 

"Apa yang disampaikannya itu menurut saya adalah benar. Sangat wajar dan tepat jika Presiden marah. Tugas beliau adalah mengevaluasi kinerja para pembantunya. Jika ada yang tidak memuaskan, dirinya yang berhak memberikan teguran dan peringatan," imbuhnya.

"Persoalan evaluasi dan reshuffle adalah hak prerogatif Presiden. Jika beliau menilai perlu melakukan perombakan kabinet, bisa dilakukannya kapan saja. Tidak ada yang bisa menghalangi," tambahnya.

Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah juga melihat bahwa fokus Jokowi adalah kepada penyelamatan 267 juta warga negara. Hal itu disebut beberapa kali dalam pidatonya. 

"Untuk itu, Presiden rela melakukan banyak hal. Termasuk reshuflle dan mengeluarkan payung hukum yang diperlukan," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengaku tidak puas dengan kinerja para menteri, terlebih saat Indonesia tengah dilanda pandemi COVID-19.

Bahkan, ancaman perombakan kabinet atau pembubaran lembaga negara pun diungkapkan oleh Jokowi. 

Kejengkelan Jokowi ini terungkap dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana pada 18 Juni 2020 lalu yang berlangsung tertutup.

Arahan Presiden ini terekam dalam video yang dikeluarkan oleh pihak Sekretariat Presiden. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00