Persoalkan Bendera Dibakar, Massa PDIP Datangi Mapolrestabes

KBRN, Surabaya: Aksi pembakaran bendera Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Jakarta memantik reaksi kader partai berlambang banteng itu, di beberapa daerah.

Di Surabaya ratusan massa PDIP mendatangi Mapolrestabes Surabaya, dengan atribut serba merah masa ini langsung berhenti di depan pintu Mapolres, sedangkan Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono dan beberapa pengurus masuk ke dalam Polres.

"Jadi, terkait hal ini kita menyampaikan sikap bahwa PDIP tetap menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa dengan tidak melakukan aksi tandingan," kata Awi, sapaan akrab Adi Sutarwijono di Mapolrestabes Surabaya.

Menurutnya, pembakaran bendera PDIP oleh sekelompok massa di Jakarta memang membuat PDIP Surabaya merasa prihatin dan terluka. Bahkan terkait hal itu akar rumput mulai mengambil sikap, namun demikian para kader diminta tetap tenang.

"Kami mengutuk keras aksi provokasi dengan pembakaran itu. Karena hal itu telah merugikan partai dan berpotensi memecah belah bangsa," jelasnya.

Diharapkan, pihak kepolisian secepatnya menangkap dan menindak secara hukum, termasuk pihak yang turut serta agar tidak berkepanjangan.

"Aksi tersebut merupakan pidana, dan mudah teridentifikasi. Kami yakin kepolisian bisa menangani. Karena itu kami akan tetap menunggu, dan tidak melakukan aksi tandingan," pungkasnya.

Sementara itu, Wakapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo mengapresiasi, langkah PDIP Surabaya yang menyerahkan semua kasus ini pada pihak yang berwajib.

Apalagi, PDIP Surabaya juga telah berjanji tetap menjaga kesatuan dengan tidak melakukan aksi tandingan.

"Pada dasarnya PDIP Surabaya, selain melakukan silaturahmi juga menyampaikan asprirasinya. Kita apresiasi mereka yang turut berusaha menjaga suasana tetap kondusif," ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00