Jokowi Diminta Tindak Tegas Pendukungnya yang Umbar Ujaran Kebencian

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Dok. Istimewa)

KBRN, Jakarta : Sebagai pemimpin suatu bangsa, Presiden Joko Widodo seharusnya menyuarakan kepada pendukung atau buzzer-nya agar tidak melakukan ancaman, ujaran kebencian atau fitnah melalui narasi di medsos, karena aktivitas buzzer-nya yang negatif tersebut dipandang dapat merugikan Jokowi.

"Alangkah sangat disayangkan bila Jokowi tidak menegaskan kepada para pendukungnya, seperti Ade Armando, Abu Janda dan lainnya, agar tidak melakukan terus ujaran kebencian yang dapat memecah-belah persatuan sesama anak bangsa," ujar Pegiat Media Sosial, Darmansyah di Jakarta, Rabu (3/6/2020) malam.

Menurutnya, selama ini diketahui publik bahwa Ade Armando dan Abu Janda adalah pendukung fanatis Jokowi. Terlebih Abu Janda, Jokowi harus memerintahkan kepolisian untuk memprosesnya karena diduga telah melakukan pelecehan terhadap agama Islam.

"Tindakan tegas itu perlu dilakukan agar publik tahu bahwa Jokowi tidak melindungi orang seperti Abu Janda, yang kerap melakukan ujaran kebencian," katanya.

Sebab hingga saat ini, ia melanjutkan, polisi belum juga memeriksa Abu Janda terkait laporan dugaan pelecehan agama Islam yang dilakukan pegiat medsos itu.

Ia berharap Presiden Jokowi dapat memerintahkan kepolisian untuk memanggil paksa Abu Janda dan memeriksanya terkait laporan pelecehan tersebut.

"Supaya publik menilai, Jokowi pemimpin yang adil dan bijaksana, tidak membela pendukung atau buzzernya dari jeretan hukum karena perbuatannya," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00