Kualitas Pilkada Dinilai Menurun Bila Digelar Desember

KBRN, Jakarta: Kualitas pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dinilai akan menurun apabila tetap dilaksanakan 9 Desember 2020, karena masa pandemi virus corona (Covid-19) belum nampak mereda.

"Pilkada bulan Desember menurut kami terlalu berisiko, baik risiko bagi kesehatan para pihak, ini pak menkes sudah ngomong sendiri maupun risiko menurunnya kualitas pelaksanaan tahapan Pilkada," kata  Direktur Eksekutif Perludem, Titi Anggraini dalam diskusi diskusi daring bertajuk Pilkada Buru-Buru Untuk (si) Apa?, Minggu (17/5/2020).

Titi menyatakan, pelaksanaan Pilkada bulan Desember juga tidak memungkinkan karena memerlukan persiapan menyesuaikan situasi pandemi sekarang. 

Karena itu, Titi meminta, Komisi Pemilihan Umum (KPU) berani mengambil sikap menunda Pilkada ini hingga pandemi benar-benar berakhir. 

"Oleh karena itu KPU menurut kami ya harusnya secara independen, mandiri dan percaya diri gitu ya sesuai kapasitas dan kompetensi yang ada padanya harus berani membuat keputusan untuk menunda," pungkasnya.

Sebelumnya, Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi menyatakan, KPU berencana kembali melanjutkan tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 pada 6 Juni mendatang. 

Hal itu disampaikan Pramono dalam diskusi uji publik digelar secara daring menyangkut Rancangan Peraturan KPU (PKPU), tentang perubahan ketiga atas PKPU Nomor 15 Tahun 2019 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pilkada 2020.

"Tanggal yang kita pastikan untuk memulai Pilkada lanjutan adalah 6 Juni 2020. Ini tanggal saat kita memulai tahapan pilkada lanjutan," ujar Pramono, Sabtu (16/5/2020).

Dikatakan, selain merujuk kepada ketentuan Perppu Nomor 2 Tahun 2020 yang diteken Presiden Joko Widodo, penentuan tanggal itu berdasarkan simulasi disusun KPU. 

"Kita hitung juga berdasarkan hari pemungutan suara 9 Desember. Paling memungkinkan itu tahapan kita mulai kembali 6 Juni 2020," ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00