Presiden Jokowi Bakal Longgarkan PSBB?

KBRN, Jakarta: Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman memperkirakan Presiden Joko Widodo bakal melonggarkan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Alasannya karena banyak masyarakat merasa terkekang, tidak bekerja dan jenuh di rumah karena PSBB. 

"Konon itu salah satu alasan pak @jokowi siap2 longgarkan PSBB," tulis Sohibul di akun Twitternya, Minggu (17/5/2020). 

"Kita dengar pr tenaga medis jg merasa terkekang n jenuh kerja terus di RS. Dg pelonggaran PSBB apa mrk boleh minta cuti n stay at home? Gawat," tambahnya. 

Sebelumnya, dikutip setkab.go.id, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa sudah ada 4 provinsi dan 72 kabupaten dan kota yang melaksanakan Pemberlakuan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Dan juga provinsi atau kota/kabupaten yang belum melaksanakan PSBB tetapi memakai cara yang lain yang saya lihat juga ada yang berhasil,” tutur Presiden saat mengawali Rapat Terbatas, Selasa (12/5/2020).

Untuk itu, Presiden Jokowi menyampaikan beberapa poin terkait evaluasi pelaksanaan PSBB, sebagai berikut:

Pertama, Presiden ingin ada sebuah evaluasi yang detail pada provinsi, kabupaten dan kota mengenai data tren penambahan atau penurunan kasus positif baru di setiap daerah, baik yang melakukan PSBB maupun tidak.

Kedua, dari seluruh provinsi dengan kasus positif terbanyak hanya 3 provinsi yang melakukan status PSBB, yaitu  DKI Jakarta, Jabar, dan Sumatra Barat, sedangkan tujuh provinsi lainnya  masih non PSBB.

Ketiga, Presiden berharap manajemen pengendalian PSBB juga tidak terjebak pada batas-batas administrasi kepemerintahan.

Keempat, berdasarkan data Gugus Tugas 70% kasus positif itu ada di Pulau Jawa, 70% kasus positif ada di Pulau Jawa, dan semikian juga dengan angka tertinggi kematian, 82% ada di Jawa.

Kelima, Presiden minta pelonggaran untuk PSBB agar dilakukan secara hati-hati dan tidak tergesa-gesa.

“Semuanya didasarkan pada data-data lapangan, pelaksanaan lapangan sehingga keputusan itu betul-betul sebuah keputusan yang benar. Hati-hati mengenai pelonggaran PSBB,” pungkas Presiden.

(foto: Antara)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00