Hillary: Pelatihan Kartu Prakerja Melukai Hati Masyarakat

Istimewa.jpg

KBRN, Jakarta : Konten-konten yang diajarkan dalam pelatihan online Kartu Prakerja bisa dibagikan secara gratis kepada para peserta. Semua pihak pun diminta mendesak pemerintah untu meninjau ulang proyek senilai Rp. 5,6 triliun tersebut. Pasalnya, biaya pelatihan yang terlampau tinggi bisa melukai hati masyarakat.

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem Hillary Brigitta Lasut mengaku mendukung pelatihan dan tutorial online. Namun dia tak setuju kalau pelatihan itu malah dijadikan program yang "menguras" uang rakyat.

"Hal ini sangat melukai hati masyarakat ketika saldo Kartu Prakerja malah terkuras untuk hal yang bisa kita dapat secara gratis di internet ataupun hanya berbentuk sertifikat," katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (3/5/2020).

Sebagai informasi, total besaran bantuan yang diterima peserta Kartu Prakerja adalah senilai Rp 3.550.000. Adapun rinciannya yakni biaya pelatihan sebesar Rp 1 juta, biaya pelatihan ini diberikan hanya satu kali. Kemudian insentif pasca pelatihan sebesar Rp 600 ribu per bulan, selama empat bulan dan insentif survei keberkerjaan senilai Rp 150 ribu. Untuk hal yang bisa dibagikan secara gratis, Hillary menilai biaya pelatihan terlampau tinggi.

"Masyarakat dapat mendapatkan ilmu yang serupa dengan melihat tutorial di YouTube secara gratis ataupun membaca artikel dan buku secara online," lanjutnya.

Makanya, anak buah Surya Paloh ini meminta semua pihak mendesak pemerintah untuk meninjau ulang program tersebut.

"Sebaiknya kita semua bersama-sama membuka suara untuk mendesak pemerintah meninjau kembali program ini dan merubah peruntukan anggarannya untuk hal lain yang lebih mendesak dan menyentuh langsung ke masyarakat," serunya.

Perlu diketahui, program Kartu Prakerja merupakan realisasi janji kampanye Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada masa kampanye Pilpres 2019 lalu.

Namun Hillary mengaku tak mau Presiden yang diusung partainya di Pilpres lalu menjadi korban dari niat baiknya sendiri.

"Presiden Jokowi tidak bolehmenjadi korban atas program dan niat baiknya sendiri. Segera cabut program tersebut," pungkasnya. (Foto: Istimewa)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00