Alkohol, Pejabat, dan Tahun Politik di Papua

KBRN, Jakarta : Anggota Fraksi PDIP di DPR RI, Jimmy Demianus Ijie tak menampik terdapat kebiasaan pejabat Papua dalam mengonsumsi minuman beralkohol. Jimmy bahkan mengakui kebiasaannya dulu, juga mengonsumsi minuman beralkohol.

Kematian Bupati Boven Digoel, Benekditus Tambonop disanyalir juga mengonsumsi alkohol jenis “wine” sebelum dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (13/1/2020) pagi.

Pejabat Papua, kata Jimmy, sudah banyak melampiaskan kesenangan di Jakarta dengan menonsumsi alkohol dan lainnya. Di samping itu, banyak pejabat Papua tidak mengontrol kesehatan mereka secara rutin. Sebab, kata dia, bisa saja mereka menderita penyakit ginjal, paru-paru, jantung, stroke, dan lainnya.

“Nah, biasa, ketika mereka mengonsumsi alkohol tertentu, mungkin ada racikan racikan lain, yang mungkin itu. Misalnya dapat memacu jantung, memompa darah lebih cepat. Akibatnya, berdampak kepada kondisi fisiknya,” ungkap Jimmy kepada RRI.co.id, Rabu (15/1/2020).

Baca juga : Bupati Boven Digoel Ditemukan Meninggal di Jakarta

Jimmy, sebagai politisi dari Papua Barat, turut memberikan imbauan kepada semua pejabat di Papua, dan tentu di Papu Barat juga.

“Saya pikir, itu sebaiknya, untuk para pejabat di Papua untuk menghentikan (konsumsi-red) alkohol. Saya pikir, kalau kita mau, kita bisa. Saya telah mencoba dalam hidup saya pribadi. Saya dulu juga pecandu alkohol,” ungkap Jimmy disertai pengakuannya dalam mengonsumsi alkohol.

Adapula alasan Jimmy memutuskan melepaskan diri dari mengonsumsi alkohol.

Baca juga : Jimmy Demianus : Pukulan Besar PDIP kasus Meninggalnya Bupati Boven Digoel, Benekditus Tambonop

“Setelah saya mengamati, ada banyak orang orang penting Papua yang kemudian pergi begitu saja (meninggal dunia, red) karena masalah alkohol berdampak pada terjadinya penyakit metabolis. Seperti, serangan jantung, stroke, diabetes, atau kencing manis, dan gagal ginjal misalnya. Itu kan bermula dari konsumsi alkohol yang berlebihan dan tidak terkendali” ucap Anggota Komisi V DPR RI periode 2019-2024 ini.

“Sebaiknya, kita menghentikannya. Karena itu tidak memberikan manfaat apa apa, buat diri kita. Saya sudah memulai buat diri saya, dan hari ini saya bersyukur, saya yang sudah sekian tahun dengan diabetes, ternyata fungsi ginjal saya masih bagus. Karena itu saya bersyukur, karena saya bisa mengakhiri kebiasaan yang buruk dalam hidup saya,” tegas Jimmy.

Bukan tanpa sebab pula Jimmy memberikan seruan itu para pejabat di Papua. Menuurtnya, melepaskan diri dari alkohol juga berpengaruh terhadap masa depan Tanah Papua. Meski demikian, mengonsumsi alkhol dikatakannya diperlukan oleh tubuh manusia dengan kadar tertentu. Sejumlah jenis obat batuk, misalnya, memang beberapa merk memiliki kandungan alkohol berupa sirup.

“Buka  menjadi hobi, atau kebiasaan. Saya berharap, membangun Papua ke depan itu dibutuhkan, pemimpin pemimpin yang bisa mengendalikan dirinya, mengendalikan emosi, atau mengendalikan hawa nafsu, atau berbagai keinginan yang lebih banyak memuaskan diri sendiri. Dan mari berpikir untuk kepentingan masyarakat banyak, rakyat banyak. Dan terutama untuk kepentingan bangsa dan negara,” kata Jimmy.

Tensi Politik

Kabar meninggal dunianya Bupati Boven Digoel di Jakarta, tak sekadar kabar meninggal karena penyakit jantung. Sebab, Benny (43) sebelum meninggal dunia dikabarkan tengah ditemani seorang wanita pekerja seks komersial (PSK) dari tempat billiar “After Hour”, Sarinah.

Wanita yang menemani Benny saat itu berinisial M, dan telah bersama sejak Benny mengunjungi tempat billiar itu. Hal tersebut kami dapatkan dari informasi keterangan polisi yang beredar, dan M mengaku sempat menemani almarhun Benny minum wine di tempat kerja M.

Baca juga : Polisi Respons Dugaan Bupati Boven Digoel Konsumsi Alkohol Sebelum Tewas

Jimmy menerangkan, terkait dugaan isu konflik politik Kabupaten Boven Digoel di Papua bisa saja terjadi saat ini.

“Kalau menurut saya, apalagi Boven Digoel masuk salah satu (kabupaten, red) yang ikut dalam Pilkada 2020. Nah, karen itu menurut saya, syarat dalam kepentingan politik, tahun politik,” kata Jimmy.

DPP PDIP Papua, seperti dilansir Antara, Senin (13/1/2020) juga telah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) demi mematangkan Pilkada Serentak 2020 yang berlansgung di Hotel Sahid, Jakarta. Ketua DPP PDIP Papua, Jhon Wempi, menagatakan bahwa akan ada sebelas kabupaten di Papua ikut serta Pilkada 2020.

Kesebelas kabupaten itu adalah Kabupaten Nabire, Kabupaten Asmat, Kabupaten Keerom, Kabupaten Warofen, Kabupaten Merauke, Kabupaten Membramo Raya, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Supiori, Kabupaten Yalimo, dan Kabupetn Boven Digoel.

Jhon juga memastikan, sembilan kabupaten dari sebelas itu, sudah memiliki bakal calon bupati. Sedangkan, dua kabupaten, meliputi Pegunungan Bintang dan Yahukimo masih mengalami pencalonan dari para kader PDIP di sana. Sebab, di dua kabupten itu, PDIP tak mendapatkan kursi di DPRD, dan dia berusaha mencalonkan kader PDIP di posisi bakal calon wakil bupati.

Maka dari itu, Jimmy mengamati situasi saat ini di Papua. Walaupun dia berasal dari Papua Barat, dia mengaku memahami keadaan Papua dalam tahun politik.

“Saya mengamati did alam perebutan kekuasaan di Papua, soal bunuh membunuh, itu hal yang biasa. Oleh karena itu, yang dibutuhkan setiap calon itu, mampu mewaspadai diri. Mengontrol dirinya, apalagi sedang berkepentingan bertarung. Menontrol makan, minum, kepada siapa kita berbicara, sama siapa kita bertemu, itu hal penting,” tegas Jimmy.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00