Jimmy Demianus : Pukulan Besar PDIP kasus Meninggalnya Bupati Boven Digoel, Benekditus Tambonop

KBRN, Jakarta : Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sedang diterjang “badai”.

Satu per satu kasus muncul di awal tahun 2020 dari partai pemenang Pemilu 2019 ini.

Terbaru, Bupati Boven Digoel, Benekditus Tambonop  Kader PDIP yang mengikuti Rakernas PDIP di Jakarta meninggal dunia, di Hotel Grand Mercure, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (13/1/2020) pagi.

Polres Jakarta Pusat, pada Senin (13/1/2020) pukul 10.00 WIB, melaporkan bahwa Benekditus, atau biasa disapa Benny (43) meninggal dunia. Keterangan tersebut juga berasal dari pengakuan M yang menjadi saksi dalam pengungkapan kasus ini.

Baca juga : Bupati Boven Digoel Ditemukan Meninggal di Jakarta

Kedatangan Benny ke Jakarta di akhir pekan lalu tak lain adalah sebagai kader PDIP untuk menghadiri Rakernas PDIP yang berlansgung selama tiga hari, di JIEXPO, Kemayoran, 10-12, Januari 2020.

Anggota Fraksi PDIP asal Papua Barat, Jimmy Demianus Ijie menyatakan kasus tersebut merupakan pukulan besar PDIP sebagai partai politik yang tengah memimpin perolehan suara pemilu. Termasuk, kemenangan PDIP di Papua di Pemilu 2019.

“Ya, bagi kami (kader PDIP, red) ini juga sebuah pukulan, karena partai lagi membangun sebesar-besarnya kedisiplinan. Disiplin pada ideologi, disiplin pada bagaimana mengontrol diri, menjadi pemimpin dan panutan bagi masyrakat di daerahnya. Itu sangat penting,” kata Jimmy kepada RRI.co.id, Jakarta, Rabu (15/1/2020).

“Saya pikir, untuk kader kader lain untuk berkaca dari peristiwa ini untuk menatap masa depan yang lebih baik. Melihat hari esok lebih baik bagi generasi Papua, bagi Bangsa Indonesia,” sambung Jimmy.

Berdasarkan keterangan saksi M, dia baru mengenal Benny saat hari peristiwa kematian terjadi. M, berdasarkan laporan data polisi, berstatus karyawan tempat hiburan billiard “After Hour” yang terletak di lantai 2, Gedung Sarinah, Menteng, Jakarta Pusat.

M menjelaskan kepada polisi, dia diajak Benny ke Hotel Grand Mercure, Senin (13/1/2020) pukul 04.00 WIB. Mereka bersama-sama masuk ke hotel dan menuju kamar 2135, lantai 2, Hotel Grand Mercure. 

Selain itu, M mengaku menerima uang sebanyak Rp10 juta dari Benny sebelum melakukan hubungan intim sebanyak satu kali.

Kemudian, pukul 05.00 WIB, M menerangkan, Benny turun dari tempat tidur dan terjatuh, tak sadarkan diri. M kemudian menghubungi receptionist hotel, dan tak lama petugas keamanan hotel datang, pukul 05.15 WIB.

Jimmy, sebagai sesama kader PDIP berasal dari Papua walaupun berbeda provinsi, mengatakan kasus seperti ini bukan hal baru bagi para pejabat Papua.

“Ya, kalau menurut saya sih, sebaiknya kalau ke Jakarta dan tujuan kegiatan partai, ya kegiatan partai saja. Jangan dibawa Jakarta sebagai tempat melampiaskan segala macam niat, atau keinginan yang sangat tidak bisa dilakukan di Papua. Lalu, Jakarta menjadi pilihan terbaik untuk melampiaskan itu (seks komersil, red),” tegas Jimmy dengan tertawa.

Almarhum Benny dinyatakan sudah tak bernyawa melalui keterangan tim medis Rumah Sakit Mitra Kemayoran, Senin (13/1/2020) pukul 06.10 WIB. Jenazah Benny kemudian dibawa ke RSCM, sebelum diterbangkan ke Boven Digul, Papua. (Foto: Bupati Boven Digoel Benekditus/IST)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00