Di Sidang APPF, Fadli Zon Suarakan Penyelesaian Kemanusiaan di Myanmar

KBRN, Jakarta: Delegasi DPR RI berpartisipasi aktif dalam Sidang Tahunan ke-28 Asia Pacific Parliamentary Forum (APPF), 13-16 Januari 2020 di Canberra, Australia. Tahun ini DPR RI berhasil menggolkan usulan 6 resolusi yang sejak awal menjadi usulan DPR RI. Serta satu resolusi mengenai krisis kemanusiaan Rohingya di Myanmar yang disponsori bersama-sama dengan Malaysia. 

Ketua BKSAP DPR RI, Fadli Zon  dalam pembahasan di Komisi Politik mengusulkan Resolusi mengenai penyelesaian situasi kemanusiaan di Myanmar.  DPR RI menekankan peran sentral ASEAN da  AHA Center dalam penyelesaian krisis kemanusiaan berkepanjangan yang menimpa Rohingya tersebut. Selain Resolusi mengenai Myanmar, DPR RI juga terlibat aktif mengusung dan membahas Resolusi mengenai Protecting the Integrity of Government and Parliamentary Institutions dan Resolusi mengenai Addressing Drivers of Radicalization. 

Di Komisi Women Parliamentarians, DPR RI diwakili Puteri Annetta Komaruddin dan Himmayatul Aliyah. Dua resolusi menjadi usulan DPR RI di Komisi ini. 

Resolusi tersebut adalah Promoting Gender Equality for Sustainable Development and Shared Prosperity, Realising the 2030 Agenda for Sustainable Development dan Promoting Gender Equality and Women’s Empowerment in Decision Making at All Levels. Kedua resolusi tersebut menekankan pentingnya membuka akses seluas-luasnya bagi perempuan untuk dapat berpartisipasi aktif di masyarakat sesuai potensi yang dimiliki. 

Di Komisi Economic and Trade, DPR RI diwakili Charles Honoris dan Ahmad Hafisz Thohir mengusulkan dan membahas resolusi mengenai improving participation in the digital economy and enhancing connectivity throughout the region. Dua poin penting yang menjadi fokus delegasi dalam pembahasan mengenai ekonomi digital adalah mengenai perlindungan data pribadi pihak-pihak yang terlibat transaksi online serta jaminan hak-hak konsumen. 

Di Komisi Regional Cooperation, DPR RI diwakili Putu Supadma Rudana, Iskan Qolba Lubis dan Andi Muawiyah Ramli. 

Indonesia menjadi pengusung untuk dua Resolusi yaitu Enhancing parliamentary roles in response to climate change/enhancing joint action response to climate change dan Promoting regional cultural diversity and tourism bersama dengan Australia, Jepang, dan Mikronesia.

Sementara itu, Ketua DPR RI, Puan Maharani, yang memimpin lansung delegasi DPR RI dalam Sidang APPF ke 28 ini,  mengapresiasi partisipasi aktif delegasi DPR RI.

“APPF merupakan kerjasama antar parlemen regional yang strategis karena banyak kepentingan regional yang berkaitan dengan isu-isu yang penting bagi kawasan yang dibahas dalam forum ini. Isu-isu yang merangkum kepentingan perempuan, stabilitas kawasan, pertumbuhan ekonomi, terlalu besar untuk diselesaikan oleh satu negara saja,” demikian Puan Maharani.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00