Fraksi Golkar DPRD DKI Kecewa Anggaran Boarding School Ditolak di Rapat Banggar

KBRN, Jakarta: Ketua Fraksi Partai Golkar, Basri Baco, mengaku kecewa karena pembangunan boarding school yang disetujui dan disepakati melalui voting di komisi E DPRD DKI Jakarta, harus kandas di rapat Badan Anggaran (Banggar) RAPBD 2020.

Tak hanya Basri, tujuh orang anggota yang menyetujui pembangunan boarding school juga menyayangkan pembangunan boarding school di SMK di Jakarta harus ditolak oleh pimpinan dewan."Awalnya di tingkat Komisi (E) sudah dilakukan voting dari 15 anggota. Tujuh tidak setuju dan sisanya (8) setuju, di situ kita sepakat dukung pembangunan boarding school. Tapi kenapa saat di rapat Banggar kok ditolak?" kata Basri kepada wartawan di gedung DPRD DKI, Rabu (11/12/2019).

Sebelumnya, dalam rapat pembahasan Rancangan APBD 2020, pimpinan DPRD DKI menolak anggaran pembangunan Boarding School senilai Rp106 miliar yang diajukan oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta.Sementara, Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi Gerindra, M. Taufik meminta Plt Kepala Dinas Pendidikan Syaefuloh Hidayat untuk mematangkan konsep pembangunan boarding school itu.

"Membuat sesuatu itu harus terencana. Kami minta tiga tahun lalu ke Dinas Pendidikan tapi gak pernah nunjukin (konsep boarding school). Tiba-tiba sekarang dibangun gedungnya dulu. Saran saya pak, setahun ini bapak siapin konsepnya mulai dari kurikulumnya. Kalau udah benar nanti 2021 bisa dibangun," pungkas Taufik.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00