Partisipasi Pemilih Pilkada Bantul Terancam Anjlok

Ketua Bawaslu Bantul Harlina

KBRN, Yogyakarta: Potensi penurunan tingkat partisipasi pemilih di Kabupaten Bantul, sangat mungkin terjadi dalam pelaksanaan Pilkada Serentak tanggal 9 Desember mendatang.

Apalagi belum ada kepastian, terkait berakhirnya Pandemi Virus Corona, saat masyarakat berada di dalam bilik suara, menentukan pilihan pasangan kepala daerah, yaitu bupati dan wakil bupati.

Ketua Bawaslu Bantul, Harlina mendorong KPU setempat, mencegah potensi anjloknya partisipasi pemilih, terutama di kalangan perempuan.

”Mungkin lho untuk yang sudah sepuh (tua, red), agak enggan juga menyalurkan hak pilihnya. Bagaimana sosialisasi dari KPU itu tetap dilakukan dengan menambah waktu sosialisasi,” katanya saat dihubungi, Rabu (15/7/2020).

Yang terpenting, lanjut dia, KPU dan jajaran di bawahnya, seperti PPK, PPS hingga petugas KPPS di Tempat Pemungutan Suara (TPS), harus betul-betul memperhatikan dan mengutamakan keselamatan pemilih.

”Karena ini menyangkut nyawa manusia, penyaluran hak pilih itu harus dipastkan aman dari sisi kesehatannya,” terangnya.

Setiap Warga Punya Hak Sama

Sesuai data di KPU Bantul, terdapat 724.767 pemilih untuk Pilkada Serentak. Angka itu, gabungan pemilih laki-laki dan perempuan, yang masih akan dicermati validitasnya oleh KPU, mulai tanggal 15 Juli hingga 13 Agustus.

Khusus pemilih perempuan, Ketua KPU Bantul Didik Joko Nugroho memandang cukup penting menjamin hak mereka memilih figur pemimpin daerah yang menjabat lima tahun ke depan.

”Dari perspektif penyelenggara tentu kita menegaskan, bahwa setiap warga negara mempunyai hak sama untuk memilih,” ucap Didik.

Tetapi sebetulnya, partisipasi maksimal mereka tidak hanya saat memilih calon, namun perempuan juga memiliki kontribusi penting.

Contohnya dalam mencermati tahapan pemutakhiran data pemilih, juga visi-misi kontestan saat kampanye.

Untuk sosialisasi Pilkada Serentak di kalangan perempuan, KPU Bantul telah melakukan pendidikan pemilih dengan melibatkan komunitas perempuan berbasis keagamaan, baik di Muhammadiyah maupun Nahdhatul Ulama.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00