Website Diserang Hacker, KPU: Data Pemilih Aman

KBRN, Jakarta: Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI), Arief Budiman mengungkapkan, website KPU lindungihakpilihmu.kpu.go.id terus mengalami serangan siber (hacker) sejak dipublikasi kemarin, Selasa (14/7/2020). 

Website tersebut sengaja dibuat KPU, guna mendukung kesempurnaan tahapan pemuktahiran data dan daftar pemilih pilkada 2020 yang akan berakhir pada 13 Agustus mendatang.

"Tapi begitu alamat web ini dipublikasikan, mungkin teman-teman media sudah mulai menulis alamat web ini, sejak tadi malam web ini sudah mulai diserang," ungkap Arief kepada wartawan di Kantor KPU RI, Jakarta, Rabu (15/7/2020).

Tidak main-main tren serangan siber ini kata Arief hingga sekarang semakin tinggi. Namun, dia memastikan serangan ini tidak sampai merusak data dan sistem yang ada, hanya membuat lambat kinerjanya saja.

Meski diserang hacker sejak hari pertama, Arief mengklaim, data pemilih tetap aman. Dia menjamin, aksi peretasan ini tak akan berdampak pada kebocoran data ataupun mempengaruhi hasil pilkada.

"Serangannya makin tinggi. Tidak merusak web kita, tidak merusak aplikasi kita, tetapi membuat kerjanya menjadi lambat," tuturnya.

"Jadi terhadap database kita tak ada masalah. Semua tersimpan di backup kita juga sudah cukup rapih dan kuat. Sama persis dengan kejadian-kejadian yang lalu pada situng kita. Sebetulnya hacker yang masuk itu tidak merusak data kita. Jadi kalau ibaratkan rumah itu, meraka hanya bisa masuk di halamannya saja. Mau masuk ke dalam rumah gak bisa. Jadi data kita masih aman," tambahnya melengkapi.

Seperti diketahui, KPU RI telah memulai tahapan pemuktahiran data dan daftar pemilih pilkada 2020  dari 15 Juli - 13 Agustus 2020. 

Jadi nanti secara teknis menurut Ketua KPU, jajarannya di tingkatan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPD) di daerah yang melaksanakan Pilkada ini akan mulai turun ke rumah - rumah masyarakat untuk melakukan pencocokan dan penelitian data pemilih atau coklit, tentunya dengan memperhatikan protokoler pencegahan penularan Virus Covid-19. 

Untuk mendukung kesempurnaan data pemilih Pilkada 2020, KPU lanjut Arief juga turut menyediakan lindungihakpilihmu.kpu.go.id. Situs ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan pengecekan status keikusertaannya sebagai pemilih dalam Pilkada 2020.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00