Pilkada di Tengah Pandemi, KPU Jemput Bola

KBRN, Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, menyatakan bahwa dalam pelaksanaan pemungutan suara saat kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020, pihaknya akan menerapkan jemput bola saat pelaksaan tersebut.

Namun, dijelaskan Ketua KPU RI, Arief Budiman, jemput bola tersebut itu dimaksudkan yakni dengan memberikan pelayanan terhadap proses Pilkada hingga pemungutan suara, ke rumah-rumah para pemilih.

"Harus ada surat keterangan dari pihak yang berwenang dari dokter, Rumah Sakit yang memang diberi kewenangan, kalau RS itu RS rujukan, dia bisa memberi statuskan, memberi keterangan oh si 'A' sedang masa diisolasi, kan nggak boleh ke mana-mana, maka dia bisa kita layani," jelas Arief Budiman dalam diskusi publik bertajuk 'Bagaimana Kesiapan Pilkada 2020?' dalam kanal YouTube Rumah Pemilu, Jakarta (11/7/2020).

Ia berharap dengan adanya penerapan jemput bola suara pemilih Pilkada itu, nantinya dalam pelaksanaan Pilkada ditengah pandemi Covid-19, masyarakat pemilih dapat menginformasikan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 terkait isolasi mandiri yang dijalankannya, agar nantinya Gugus Tugas itu, dapat kembali meneruskan informasi tersebut kepada Komisi Pemilihan Umum.

"Mudah-mudahan pemilih bisa memberi informasi-informasi lebih awal kepada kami, bisa juga bertanya berkoordinasi dengan penyelenggara Pemilu setempat apabila memang ada hal-hal yang dirasa tidak jelas, belum diketahui informasinya. Jadi silahkan saja berkoordinasi," harapnya.

"Mudah-mudahan situasi yang kita hadapi di lapangan nanti semua sudah ada, diatur di dalam regulasi," tambahnya lagi.

Dibeberkannya, aturan terkait hal itu telah tertuang dalam Pasal 73 ayat (1) Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pilkada Lanjutan dalam Kondisi Bencana Non-Alam.

Dimana dalam pasal tersebut menegaskan, bagi pemilih yang sedang menjalani isolasi mandiri karena Covid-19 dan dipastikan tidak dapat mendatangi TPS untuk memberikan hak pilihnya, KPPS dapat melayani dengan cara mendatangi pemilih tersebut dengan persetujuan saksi dan Panwaslu kelurahan/desa atau pengawas TPS, dengan mengutamakan kerahasiaan pemilih.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00