PDIP Umumkan Calon Kepala Daerah untuk Pilkada

KBRN, Jakarta: PDI Perjuangan akan mengumumkan daftar calon kepala daerah yang diusung di Pilkada 2020 mulai 11 Juli hingga 18 Juli mendatang.

Ketua Bappilu DPP PDI Perjuangan (PDIP) Bambang Wuryanto menjelaskan dalam menentukan calon kepala daerah, PDIP selalu membuat keputusan berdasarkan klaster.

Klaster satu adalah di daerah yang perolehan suara partai di atas 20 persen dan bisa mengusung calon sendiri.

Selanjutnya klaster 2, yang raihan suara partainya antara 10 sampai 20 persen. Dengan begitu, PDIP tak bisa mengusung sendiri dan harus menggalang koalisi.

Selanjutnya adalah klaster 3, di mana raihan suara PDIP di bawah 10 persen. Untuk daerah seperti ini, biasanya PDIP hanya akan menjadi pendukung saja. Dan di klaster ini kesulitannya paling tinggi karena harus mencocokkan pendapat dengan banyak partai lain.

"Contoh ya, sudah clear Kota Cilegon, PDIP pertama kali dengan Golkar. Dalam perjalanannya Golkar tak jadi. Padahal sudah keluar putusan, tapi tak jadi. Diganti dengan PAN, di dalam perjalanan PAN tak jadi. Pusing," ujarnya seperti dikutip dari beritasatu.com.

Lebih jauh, Bambang Pacul mengatakan ada calon kepala daerah juga yang mundur karena Covid-19. Akibat Covid-19, sebagai pengusaha, modal yang sudah disiapkan justru ambyar.

"Ekonominya jeblok. Maka biaya pilkada menjadi tak siap. Apakah pilkada pakai biaya? Saya tak usah ngomong, semua paham," katanya.

Sejauh ini, ada 162 calon kepala daerah yang belum diumumkan secara resmi oleh PDI Perjuangan.

(foto: ayojakarta)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00